Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini 

DPRD Nilai Target PAD Pemprov Rp 2,8 Triliun Tak Rasional

Di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 285 miliar, Pemprov NTT justru memasang target ambisius. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
KOMISI III - Anggota Komisi III DPRD NTT Yohanes Rumat. Komisi ini membidangi keuangan daerah. Rumat menilai target PAD Pemprov NTT Rp 2,8 triliun tak rasional. Senin, (23/2/2026). 

“Pariwisata harus menjadi motor pertumbuhan ekonomi di banyak kabupaten,” katanya.

Untuk memperkuat daya saing tenaga kerja, Pemprov NTT merencanakan pendirian 11 sekolah vokasi di berbagai kabupaten. Sekolah ini diharapkan mencetak tenaga kerja siap pakai sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.

Di sisi lain, reformasi birokrasi menjadi perhatian serius. Johni menegaskan, tata kelola pemerintahan yang diisi oleh aparatur berintegritas, inovatif, dan berdedikasi tinggi akan menentukan percepatan pembangunan.

“Kalau kita konsisten, lima tahun ke depan akan ada perubahan signifikan. Tapi ini tidak bisa dilakukan sendiri. Harus kolaborasi provinsi, kabupaten/kota, pusat, dan swasta,” katanya. 

Johni optimistis, dengan strategi yang terukur dan kerja keras berkelanjutan, NTT akan semakin mandiri secara fiskal dan mampu membiayai pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. 


Tindaklanjuti

Menindaklanjuti arahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai memaksimalkan pemanfaatan aset dan pengembangan layanan yang dimiliki.

Salah satunya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Dinas ini ditargetkan PAD sebesar Rp 11 miliar. Target tersebut ditopang oleh keberadaan 17 balai benih tanaman pangan dan hortikultura serta 10 kebun dinas yang tersebar di berbagai wilayah NTT.

“Strategi yang ditempuh meliputi intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz B. O. Wanda, Senin (23/2/2026). 

Dinas Kesehatan NTT juga dituntut meningkatkan kontribusi PAD secara signifikan. Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Iien Adriany, menyampaikan target PAD tahun 2026 meningkat hampir 100 persen, dari Rp 152 miliar menjadi Rp 298 miliar.

Peningkatan tersebut ditempuh melalui optimalisasi pemanfaatan rumah dinas serta pengembangan layanan kesehatan. 

Seperti pemanfaatan rumah sakit dan Laboratorium Kesehatan (Labkes). Dinas Kesehatan berencana membuka sejumlah layanan pemeriksaan baru, seperti deteksi kanker rahim dan penyakit lainnya.

“Pemeriksaan dilakukan melalui Labkesda milik Dinas Kesehatan yang telah bekerja sama dengan seluruh kabupaten/kota di NTT,” katanya. 

Selain itu, peluang PAD juga diperoleh dari penyewaan aula Labkesda lantai IV serta pengembangan layanan perawatan stres dan penanganan kecanduan.

“Seluruh peluang pendapatan tersebut dimaksimalkan guna mendukung pencapaian target PAD,” ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved