Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini 

DPRD Nilai Target PAD Pemprov Rp 2,8 Triliun Tak Rasional

Di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 285 miliar, Pemprov NTT justru memasang target ambisius. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
KOMISI III - Anggota Komisi III DPRD NTT Yohanes Rumat. Komisi ini membidangi keuangan daerah. Rumat menilai target PAD Pemprov NTT Rp 2,8 triliun tak rasional. Senin, (23/2/2026). 


Komitmen

Dalam diskusi publik, Jumat (20/2/2026) di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Johni Asadoma, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi melalui peningkatan PAD, investasi, dan pengembangan sektor pariwisata.

Menurut Johni, satu tahun pemerintahan memang belum cukup untuk menjawab seluruh harapan masyarakat. 

Namun, ia memastikan berbagai kebijakan dan program yang dijalankan mulai menunjukkan arah yang positif, terutama pada indikator pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi kita naik dari 3,73 persen menjadi 5,14 persen. Ini peningkatan hampir 1,5 persen dan sangat positif. Kalau konsisten lima tahun, kita bisa masuk 15 besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik,” ujarnya dalam diskusi publik satu kepemimpinan Melki - Johni, Jumat, (20/2/2026). 

Di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 285 miliar, Pemprov NTT justru memasang target ambisius. 

Tahun ini, PAD ditargetkan menembus Rp 2,8 triliun, naik signifikan dari realisasi sebelumnya yang masih di kisaran Rp1,3 triliun.

“Kita harus berani. Minimal kalau bisa capai Rp 2,5 triliun, itu sudah sangat membantu membiayai program prioritas,” kata mantan Kapolda NTT itu. 

Purnawirawan Polri ini menyebut strategi yang ditempuh antara lain optimalisasi pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan, serta menggali potensi objek pajak yang selama ini belum maksimal. 

Selain itu, aset-aset pemerintah seperti tanah dan bangunan akan direvitalisasi agar produktif dan menghasilkan pendapatan.

Johni mengungkapkan, sejumlah investasi besar mulai masuk ke NTT. Salah satunya investasi garam di Pulau Rote dengan nilai triliunan rupiah yang diproyeksikan menyerap sekitar 13.000 tenaga kerja.

Tak hanya itu, investasi tambak udang dan pengolahan hasil pertanian juga mulai berjalan dan diyakini mampu membuka ratusan hingga ribuan lapangan kerja baru.

“Kalau investasi ini operasional penuh, peredaran uang akan hidup. Masyarakat dapat peluang usaha, ekonomi bergerak,” katanya.

Johni menekankan pentingnya pemerataan sektor pariwisata. Ia mencontohkan Kabupaten Badung di Bali yang memiliki PAD mencapai Rp8,5 triliun dengan jumlah penduduk sekitar 530 ribu jiwa.

Menurutnya, NTT harus belajar dari keberhasilan tersebut dengan mendorong pertumbuhan pariwisata tidak hanya terpusat di Labuan Bajo, tetapi juga berkembang di Sumba, Rote, Alor, dan daerah potensial lainnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved