Sabtu, 2 Mei 2026

Liputan Khusus

LIPSUS: Melki dan Johni Siap Terima Kritik, Sudah Setahun Memimpin Provinsi NTT

Dalam hasil survei yang dipaparkan Voxpol memunculkan dua wajah realitas dalam setahun kepemimpinan  Gubernur dan Wagub

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
DISKUSI - Pdt Dr. Mery Kolimon ketika berbicara dalam diskusi publik satu tahun kepemimpinan Melki - Johni memimpin NTT berdasarkan survei kepuasaan publik 80,5 persen. Jumat, (20/2/2026) di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT.    

"Ini cermin bukan cuma Melki - John tapi kita semua. Bukan urusan Gubernur dan Wakil Gubernur, ini problem dasar yang harus kita selesaikan bersama dengan posisi kita masing-masing," ujarnya. 

Politikus Golkar itu mendorong agar sektor pariwisata seperti di Labuan Bajo juga memberi efek. Kunjungan wisatawan tidak saja berpusat di wilayah itu, namun bisa diarahkan ke daerah lain. Misalnya, Lembata- Flores Timur dan Alor. Tiga wilayah ini bisa dihubungkan agar berdampak pada ekonomi dan pariwisata. 

Menurut Melki, berbagai masukkan itu menjadi perbaikan kepemimpinan Melki - Johni. "Terus kami sempurnakan di lapangan untuk memastikan NTT yang maju, sehat, cerdas dan berkelanjutan bisa kami pastikan lebih baik dalam lima tahun kepemimpinan kami," katanya. 

Setidaknya, menurut dia, ada beberapa hal yang dikerjakan Melki - Johni untuk menyelesaikan berbagai persoalan di NTT. Melki mengakui banyak hal yang perlu diperbaiki.

"Kita semua ini dengan cara dan peran masing-masing membuat NTT seperti apa dan tentu bukan Gubernur dan Wakil Gubernur tapi kita semua," katanya. 

Wagub NTT, Johni Asadoma, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), investasi, dan pengembangan sektor pariwisata.

Menurut Johni, satu tahun pemerintahan memang belum cukup untuk menjawab seluruh harapan masyarakat. Namun, ia memastikan berbagai kebijakan dan program yang dijalankan mulai menunjukkan arah yang positif, terutama pada indikator pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi kita naik dari 3,73 persen menjadi 5,14 persen. Ini peningkatan hampir 1,5 persen dan sangat positif. Kalau konsisten lima tahun, kita bisa masuk 15 besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik,” ujarnya dalam diskusi tersebut. 

Di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 285 miliar, Pemprov NTT justru memasang target ambisius. Tahun ini, PAD ditargetkan menembus Rp 2,8 triliun, naik signifikan dari realisasi sebelumnya yang masih di kisaran Rp 1,3 triliun.

“Kita harus berani. Minimal kalau bisa capai Rp2,5 triliun, itu sudah sangat membantu membiayai program prioritas,” kata mantan Kapolda NTT itu. 

Dikatakan, strategi yang ditempuh antara lain optimalisasi pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan, serta menggali potensi objek pajak yang selama ini belum maksimal.  Selain itu, aset-aset pemerintah seperti tanah dan bangunan akan direvitalisasi agar produktif dan menghasilkan pendapatan.

Johni mengungkapkan, sejumlah investasi besar mulai masuk ke NTT. Salah satunya investasi garam di Pulau Rote dengan nilai triliunan rupiah yang diproyeksikan menyerap sekitar 13.000 tenaga kerja.

Tak hanya itu, investasi tambak udang dan pengolahan hasil pertanian juga mulai berjalan dan diyakini mampu membuka ratusan hingga ribuan lapangan kerja baru.

Dikatakan, pertumbuhan pariwisata diharapkan tidak hanya terpusat di Labuan Bajo, untuk itu akan didorong berkembang di Sumba, Rote, Alor, dan daerah potensial lainnya. “Pariwisata harus menjadi motor pertumbuhan ekonomi di banyak kabupaten,” katanya.

Di sisi lain, reformasi birokrasi menjadi perhatian serius. Tata kelola pemerintahan yang diisi oleh aparatur berintegritas, inovatif, dan berdedikasi tinggi akan menentukan percepatan pembangunan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved