Selasa, 28 April 2026

Anak SD Bunuh Diri

Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kepsek Beberkan Kondisi Korban Selama Sekolah

Kabut duka menyelimuti SD Negeri Rj di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Editor: Alfons Nedabang
POS.KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Suasana SD Negeri Rj di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/2/2026). Salah satu siswanya, YBR (10) memilih mengakhiri hidup secara tragis, Kamis (29/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • YBR mengakhiri hidup secara tragis
  • Lancar bayar uang sekolah
  • Terima bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Carles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Kabut duka menyelimuti SD Negeri Rj di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

YBR (10), siswa kelas IV SD Negeri Rj, mengakhiri hidup secara tragis, Kamis (29/1/2026).

Mayat YBR tergantung pada seutas tali yang terikat pada pohon cengkeh di kebun milik neneknya. 

Selama ini, anak bungsu dari lima bersaudara itu bersama sang nenek WN (80) menempati gubuk bambu di kebun.

Sedangkan ibunya dan empat kakak YBR tinggal di rumah terpisah. Ayahnya merantau ke Kalimantan.

Kepala UPTD SD Negeri Rj, Maria Ngene menyampaikan dukacita atas meninggalnya YBR. "Pihak sekolah menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban," ucap Maria saat ditemui pada Rabu (4/1/2026).

Ia menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen meningkatkan perhatian terhadap kondisi sosial para siswa.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih memperhatikan kondisi sosial peserta didik ke depan,” ujarnya.

Maria pun membeberkan kondisi YBR selama di sekolah.

Menurutnya, YBR dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik dan tidak pernah menimbulkan masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Dia anak baik, ramah dengan teman-temannya, dan tidak pernah membuat keributan,” katanya.

Mengenai perlengkapan belajar YBR yang kurang, Maria menyatakan pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci.

Menurut dia, pemantauan kebutuhan pribadi siswa umumnya dilakukan oleh wali kelas masing-masing.

“Saya belum menerima informasi soal kekurangan perlengkapan belajar. Biasanya wali kelas yang lebih mengetahui. Apalagi ini awal semester, mungkin kebutuhannya belum sempat dipenuhi,” ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved