Rabu, 3 Juni 2026

Anak SD Bunuh Diri

Gubernur NTT Melki Laka Lena Teteskan Air Mata dan Meminta Maaf

Suasana haru menyelimuti rumah duka di Desa Naruwolo, Kabupaten Ngada, saat Gubernur NTT Melki Laka Lena tiba di rumah duka

Tayang:
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
SAMPAIKAN KETERANGAN- Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan keterangan usai melihat langsung TKP dan makam YBR siswa SD yang tewas gantung diri di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada NTT. 

Ringkasan Berita:
  • Suasana haru menyelimuti rumah duka di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, saat Gubernur NTT Melki Laka Lena tiba dan bertatap muka langsung dengan keluarga almarhum YBR, siswa sekolah dasar yang meninggal dunia secara tidak wajar, Kamis (29/1).
  • Setibanya di rumah adat (Sa’o) keluarga, Gubernur menyalami ibu kandung almarhum, sembari memberi penguatan. Pertemuan itu sembari Ngobrol singkat dengan Ibu korban yang didampingi oleh Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu.
 

 

Laporan Reporter POs-KUPAnG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM BAJAWA — Suasana haru menyelimuti rumah duka di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, saat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena tiba dan bertatap muka langsung dengan keluarga almarhum YBR, siswa sekolah dasar yang meninggal dunia secara tidak wajar pada Kamis, 29 Januari 2026.

Gubernur tiba di rumah duka sekitar pukul 12.50 Wita, didampingi Bupati Ngada, Raymundus Bena, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, Wakil Bupati, Ende Dominikus Minggu Mere, Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, Wakil Ketua DPRD Ngada, Rudi Wogo, jajaran pimpinan OPD, serta perwakilan perguruan tinggi dan unsur lainnya.

Setibanya di rumah adat (Sa’o) keluarga, Gubernur langsung menyalami ibu kandung almarhum, sembari memberi penguatan. Pertemuan itu sembari Ngobrol singkat dengan Ibu korban yang didampingi oleh Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu.

Saat menyampaikan ucapan duka, Melki Laka Lena nampak tak tahan menahan air mata. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat.

 “Kami jajaran Pemerintahan sekaligus kami bersama semua pihak, tokoh agama, tokoh masyarakat yang lain, kami memastikan pranata adat dan agama harus bisa bekerja agar peristiwa ini tidak terjadi lagi kedepan, kami mohon maaf, mohon ampun,” ujar Melki Laka Lena.

Menurut Melki Laka Lena, kepergian YBR bukan hanya duka bagi keluarga dan Kabupaten Ngada, tetapi menjadi duka bersama yang dirasakan hingga tingkat nasional. Melki secara terbuka mengakui adanya keterbatasan dan kekurangan dalam pelayanan publik yang seharusnya mampu melindungi anak-anak dan keluarga rentan seperti almarhum YBR.

“Segenap jajaran pemerintahan menyadari betul bahwa masih banyak kekurangan. Ke depan, ini menjadi pengingat bagi kami untuk bekerja lebih baik, dalam pelayanan pendidikan, akses kesehatan, aspek ekonomi, hingga pengembangan potensi desa,” kata Melki Laka Lena.

Melki Laka Lena juga menegaskan pentingnya peran bersama seluruh elemen masyarakat agar tragedi serupa tidak terulang.

Melki Laka Lena juga meminta maaf kepada masyarakat setempat karena baru dapat hadir langsung ke rumah duka beberapa hari setelah peristiwa tersebut.

Dalam kunjungan ini, Melki juga melihat langsung gubuk nenek YBR yang terletak tidak jauh dari rumah duka tepat di Desa Nenuwea dan melihat makam almarhum yang tidak jauh dari pondok.

Janji Bereskan DTSEN

Melki Laka Lena menegaskan komitmennya membenahi sistem pendataan bantuan sosial pasca meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada yang diduga terkait dengan kondisi kemiskinan ekstrem.

Melki Laka Lena menyoroti pentingnya pembenahan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tidak ada lagi warga miskin yang tercecer dan luput dari bantuan pemerintah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved