Ende Terkini
Longsor di Dinding Kawah Danau Kelimutu Diduga Sebabkan Gelombang, Status Gunung Normal
Ia juga mengimbau para pengunjung agar tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi serta arahan dari petugas di lapangan.
Ringkasan Berita:
- Masyarakat heboh soal fenomena gelombang air di salah satu kawah Danau Kelimutu
- Gelombang diduga dipicu longsoran kecil di dinding kawah
- Hingga kini kondisi danau masih terpantau aman dan normal
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Fenomena gelombang air yang muncul di salah satu kawah Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial.
Gelombang tersebut diduga dipicu oleh longsoran kecil material di dinding kawah, yang terjadi pada Minggu (11/1/2026).
Kepala Taman Nasional Kelimutu (TNK), Heru Rudiharto memastikan, hingga saat ini kondisi danau masih terpantau aman dan normal.
Pihak Balai Taman Nasional Kelimutu bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan pengecekan langsung di lokasi.
“Petugas Balai TN Kelimutu dan PVMBG sudah melakukan pengecekan. Kemarin siang hanya ada sedikit longsoran di dinding kawah. Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Sampai siang ini status masih normal,” ujar Heru, Senin (12/1/2026).
Ia juga mengimbau para pengunjung agar tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi serta arahan dari petugas di lapangan.
Fenomena alam tersebut terekam dalam sebuah video yang menunjukkan permukaan air danau kawah beriak menyerupai gelombang, meskipun kondisi cuaca saat itu relatif tenang.
Video tersebut kemudian beredar luas dan menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah NTT dan NTB, Arios Ghele Radja, membenarkan peristiwa dalam video tersebut merupakan kejadian nyata.
“Kalau dari video itu real. Saya masih menunggu informasi dari pengamat di lapangan karena saya sudah minta mereka untuk melakukan pengecekan langsung. Tinggal kita lihat apa penyebabnya,” kata Arios saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).
Hingga saat ini, tim pemantau gunung api masih terus melakukan pengamatan lanjutan untuk memastikan penyebab munculnya gelombang di danau kawah, apakah dipengaruhi aktivitas vulkanik, pelepasan gas dari dasar danau, atau faktor alam lainnya.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Api Kelimutu (Magma-VAR) periode pengamatan 10 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, status Gunung Kelimutu masih berada pada level 1 (normal).
Baca juga: Fenomena Gelombang Muncul di Danau Kelimutu, Petugas Gunung Api Lakukan Pengamatan
Dalam laporan tersebut dijelaskan kondisi cuaca di kawasan Gunung Kelimutu bervariasi, mulai dari cerah, berawan, hingga hujan, dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 28 derajat Celsius.
Curah hujan tercatat mencapai 15,7 milimeter per hari, dengan angin bertiup lemah ke arah selatan, barat, dan barat laut.
| Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila, Warga Ende Kritik Kebijakan Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Peziarah Asal Wolojita Tewas Tenggelam Di Pantai Ropa Kecamatan Maurole Ende |
|
|---|
| Peziarah Asal Wolojita Tewas Tenggelam Saat Mandi Laut di Pantai Maurole |
|
|---|
| Bukan Sekadar Kurban, Polres Ende Tebar Kepedulian hingga ke Warga Tak Mampu |
|
|---|
| Ketua Fraksi Nasdem Ungkap Alasan Satpol PP Ende Tahan 25 Sapi Kurban di Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gelombang-Kelimutu.jpg)