Ende Terkini
Fenomena Gelombang Muncul di Danau Kelimutu, Petugas Gunung Api Lakukan Pengamatan
Meski status masih normal, pihak pemantau tetap mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat dan wisatawan.
Ringkasan Berita:
- Gelombang muncul di Danau Kelimutu Kabupaten Ende, NTT
- Fenomena ini viral dan direkam oleh pengunjung dan warga sekitar
- Pemantau gunung api lakukan pengamatan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Fenomena alam yang tidak biasa terjadi di salah satu kawah Danau Kelimutu, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fenomena tersebut berupa munculnya gelombang di permukaan danau kawah, yang kemudian viral di media sosial setelah direkam oleh pengunjung dan warga sekitar.
Dalam video yang beredar, terlihat air danau beriak menyerupai gelombang meski cuaca relatif tenang.
Kepala Balai Pemantau Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah NTT dan NTB, Arios Ghele Radja, membenarkan adanya fenomena tersebut.
Ia menegaskan, video yang beredar adalah kejadian nyata.
“Kalau dari video itu real. Saya masih menunggu informasi dari pengamat di lapangan karena saya sudah minta mereka untuk melakukan pengecekan langsung. Tinggal kita lihat apa penyebabnya,” ujar Arios saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).
Hingga saat ini, pihak pemantau gunung api masih melakukan pengamatan lanjutan guna memastikan faktor pemicu munculnya gelombang di kawah danau, apakah dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik, gas dari dasar danau, atau faktor alam lainnya.
Baca juga: Bau Belerang di Kawah Nuamuri Ko’o Fai Danau Kelimutu Meningkat
Sementara itu, berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Api Kelimutu (Magma-VAR) periode pengamatan 10 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, status Gunung Kelimutu masih berada pada Level I (Normal).
Dalam laporan tersebut dijelaskan, kondisi meteorologi di kawasan Gunung Kelimutu bervariasi, mulai dari cerah, berawan, hingga hujan, dengan suhu udara berkisar antara 18–28 derajat Celsius.
Curah hujan tercatat mencapai 15,7 milimeter per hari, dengan angin bertiup lemah ke arah selatan, barat, dan barat laut.
Secara visual, gunung teramati jelas dengan tingkat kabut rendah hingga sedang.
Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Dari sisi kegempaan, tercatat dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–11 milimeter dan durasi 53–67 detik.
Tidak terdapat keterangan tambahan yang mengindikasikan peningkatan aktivitas signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gelombang-Kelimutu.jpg)