Rabu, 3 Juni 2026

Ende Terkini

Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila, Warga Ende Kritik Kebijakan Pemerintah Daerah 

Pemerintah Kabupaten Ende mengklaim, sejumlah kebijakan yang diambil justru demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Syamsul Bahri, anak dari Ruslan Uttu yang merupakan sahabat Bung Karno dan pemain tonil bersama Bung Karno selama masa pengasingan di Ende pada tahun 1934-1938. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo 

POS-KUPANG.COM, ENDE - Pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagian warga Kabupaten Ende mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Kebijakan yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila yakni salah satunya aksi penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ende baik di kawasan sempadan pantai Ndao maupun di Jalan Irian Jaya yang sempat menjadi polemik panas.

Selain itu, sejumlah kebijakan lainnya juga dinilai tidak berpihak kepada rakyat Kabupaten Ende.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Ende mengklaim, sejumlah kebijakan yang diambil justru demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Salah satu kritikan datang dari Syamsul Bahri, anak dari Ruslan Uttu yang merupakan sahabat Bung Karno dan pemain tonil bersama Bung Karno selama masa pengasingan di Ende pada tahun 1934-1938.

"Kita lihat pemerintahan sekarang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, contohnya seperti dengan adanya gusuran-gusuran, itu kan tidak ada toleransi, kasian kan masyarakat sudah hidup susah tambah susah, janji-janji pemerintah akan begini tapi tidak ada," tegasnya.

Selain mengkritisi pemerintah, ia juga meminta agar pendidikan Pancasila kembali diajarkan di sekolah-sekolah dan diamalkan sebagaimana mestinya.

Ia juga berharap, semua suku, ras dan golongan yang ada di Kabupaten Ende jangan saling berselisihan satu dengan yang lain.

Baca juga: Fakta Menarik Taman Renungan Bung Karno di Ende, Posisi Kaki Patung Bung Karno Dinilai Keliru

"Kan kebanyakan masih ada gesekan-gesekan antara kita umat beragama yang ada di Ende, padahal Bung Karno sudah ajarkan Pancasila, sampai ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Kritikan masyarakat pada momentum Hari Lahir Pancasila ditanggapi Bupati Yosef Badeoda dengan santai.

Ia mengatakan, kritik dan saran dari masyarakat akan diterima dengan baik.

"Saya kira biasa saja, kalau ada kritikan dan masukan, kita terima dengan baik, kita anggap itu sebagai dinamika didalam bernegara dan pemerintahan, jadi saya pikir biasa saja, yang penting hari ini kita sukses merayakan Harlah Pancasila," pungkasnya. (bet)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved