NTT Terkini

Pentas Budaya Sagi Soa dan Larik Riung Wujud Cinta Budaya Lokal

Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025 oleh Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang jadi puncak perayaan budaya warga Ngada dan Riung

POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN 
SAGI - Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025 yang digelar Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang di pelataran Taman Budaya Gerson Poyk, Sabtu (30/8/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025 yang digelar Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang di pelataran Taman Budaya Gerson Poyk, Sabtu (30/8/2025), menjadi puncak perayaan budaya warga Ngada dan Riung di Kota Kupang. 

Ketua Panitia, Antonius Gili, SE, menyebutkan bahwa acara ini merupakan hasil dari rangkaian panjang persiapan sejak awal tahun.

“Kegiatan hari ini adalah puncak dari proses panjang yang dimulai sejak syukuran rebah Februari 2024. Kami juga telah menggelar talkshow budaya serta acara adat Pokok Angga sebagai bagian dari persiapan menuju pementasan ini,” kata Antonius Gili dalam sambutannya.

SAGI SOA DAN LARIK RIUNG 6
SAGI - Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025 yang digelar Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang di pelataran Taman Budaya Gerson Poyk, Sabtu (30/8/2025)

Menurut Antonius Gili, Pentas Budaya Sagi dan Larik bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ajakan membangun NTT dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kedua tradisi tersebut. 

“Spirit Sagi dan Larik adalah spirit keberanian, persatuan, dan perdamaian. Tagline ‘Ayo Bangun NTT’ hari ini kami tambahkan multivitaminnya: ayo bangun NTT dalam spirit Sagi dan Larik,” ujar Antonius Gili.

Antonius Gili menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, para sponsor, donatur, serta komunitas So’a dan Riung yang hadir langsung dari kampung halaman.

Antonius Gili juga memohon maaf atas keterbatasan panitia dalam pelaksanaan acara. “Semoga pentas budaya ini menjadi peta persaudaraan dan terus membekas dalam ingatan kita semua,” tambah Antonius Gili.

IKADA Telah Berbadan Hukum

Sementara itu, Ketua IKADA Kupang, Dr. Sipri Radho Toly, PCD, M.Sc, menegaskan bahwa IKADA kini telah resmi menjadi organisasi sosial berbadan hukum sejak tahun 2023 melalui SK Kementerian Hukum dan HAM.

Saat ini, IKADA menaungi 48 paguyuban atau kelompok arisan dengan anggota tercatat sekitar 12 ribu orang.

“Kehadiran kita hari ini menunjukkan bahwa budaya Ngada bukan hanya Jai atau Rebah, tetapi juga ada Sagi dan Larik yang menjadi kekayaan subetnis So’a dan Riung. Ini kita tampilkan agar masyarakat luas tahu bahwa Ngada sangat kaya dengan ragam tradisi,” ungkap Sipri Radho Toly.

SAGI SOA DAN LARIK RIUNG 8
SAGI - Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025 yang digelar Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang di pelataran Taman Budaya Gerson Poyk, Sabtu (30/8/2025)

Sipri Radho Toly menekankan bahwa pentas budaya kali ini adalah wadah persaudaraan dan kolaborasi, bukan ajang pertentangan. 

“Ngada Kupang bukan lawan, melainkan mitra pentas bersama. Melalui Sagi dan Larik, kita ingin menampilkan seni, bukan kekerasan. Mari kita nikmati keindahan warisan leluhur ini sebagai bagian dari identitas kita,” tutur Sipri Radho Toly.

Sipri Radho Toly juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama komunitas So’a dan Riung yang datang langsung dari kampung halaman.

 “Kami bangga karena pentas budaya ini bukan hanya milik warga Ngada di Kupang, tetapi milik seluruh masyarakat NTT,” pungkas Sipri Radho Toly. (uan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved