Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 30 April 2026, "Musuh Dalam Selimut"
Atau bisa jadi itu adalah rekan kerja yang selama ini tampak mendukungmu, tetapi kemudian menyabotase proyek yang kalian kerjakan
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar, SVD
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor NTT
Kamis, 30 April 2026
St. Pius V
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27;
Yoh. 13:16-20.
Warna Liturgi Putih
Musuh dalam Selimut
Pernahkah anda menyadari bahwa ada musuh dalam selimut, merasa sangat dikhianati oleh seseorang yang begitu dekat denganmu? Mungkin itu adalah seorang teman yang selalu kamu anggap sahabat, namun suatu hari, kamu mendapati dia berbicara buruk tentangmu di belakang.
Atau bisa jadi itu adalah rekan kerja yang selama ini tampak mendukungmu, tetapi kemudian menyabotase proyek yang kalian kerjakan bersama atau bahkan mencoba merusak reputasimu.
Di rumah, mungkin ada anggota keluarga yang kamu percayai sepenuhnya, tetapi tiba-tiba kamu mengetahui bahwa mereka telah memanipulasi situasi atau mengkhianati kepercayaanmu.
Mungkin tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikhianati oleh orang-orang yang kita anggap paling dekat dan paling kita percayai. Rasanya seperti dunia runtuh, dan kita merasa sangat bingung: "Bagaimana bisa orang yang kita sayangi melakukan ini pada kita?"
Jika kamu pernah merasakan hal itu, kamu tidak sendirian. Yesus juga mengalaminya. Dalam kehidupanNya sendiri, ada contoh yang sangat jelas tentang pengkhianatan dari orang yang paling dekat dengan-Nya, bahkan seorang murid yang dipilih-Nya sendiri.
Dalam Injil Yesus sudah mengingatkan kepada murid-murid-Nya ketika Dia membasuh kaki mereka. Yesus mengatakan: “Aku tahu siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.”
Di antara dua belas murid-Nya itu ada yang akan berkhianat. Diantara mereka yang duduk makan bersama, dia yang akan mengangkat tumitnya melawan Yesus. Dia adalah musuh dalam selimut.
Yudas adalah satu dari sahabat-sahabat Yesus. Yudas adalah orang yang dipercaya pegang kas kelompok. Tetapi dia justru menjadi musuh dalam selimut.
Walau tahu bahwa Yudas adalah musuh dalam selimut, Yesus tetap mengasihi dan tidak membalas kebencian. Meski dikhianati, Yesus tidak membalas dengan amarah, melainkan tetap mengasihi dan mengampuni.
Musuh dalam selimut itu nyata; hadir dalam keseharian hidup kita dan bisa datang dari orang yang kita percayai. Musuh dalam selimut itu bisa kita jumpai di dalam organisasi, komunitas, grup, pekerjaan, kantor, dan dalam relasi pertemanan kita.
Orang yang sangat kita percaya, menjadi tangan kanan kita, sangat tahu dan paham tentang kehidupan kita, bisa menjadi orang yang tega menusuk dari belakang.
Banyak persahabatan menjadi hancur karena ada musuh dalam selimut. Dia adalah teman yang tega membuat lubang jebakan untuk kita. Dia lebih suka mengorbankan teman sendiri, dan berani mengambil keuntungan bagi dirinya daripada setia dan loyal kepada yang telah
membesarkannya.
Pertanyaan untuk refleksi: pernahkah anda punya pengalaman dikhianati oleh teman sendiri? Bagaimanakah sikap anda terhadapnya? Mari kita belajar dari cara Yesus menghadapi musuh dalam selimut.
| Renungan Harian Katolik Kamis 30 April 2026, "Akulah Dia" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 29 April 2026, "Hidup Dalam Kegelapan: Kehilangan Cahaya Hidup Sejati" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 29 April 2026, "Bapa yang Mengutus Aku" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 29 April 2026, "Kita Cuma Corong di Tangan Tuhan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 28 April 2026, “Hidup Kita di Tangan Yesus dan Bapa” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)