Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Ramadan 2026

Muhammadiyah: Sikapi Perbedaan Awal Ramadhan 2026 dengan Bijaksana

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan dengan cerdas dan tasamuh (saling menghargai). 

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Tanwir dan Milad ke -112 Muhamadiyah di Universitas Muhamadiyah Kupang. Terbaru, ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan dengan cerdas dan tasamuh (saling menghargai).  

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan dengan cerdas dan tasamuh (saling menghargai). 

Perbedaan awal Ramadhan sering terjadi dan menjadi sesuatu yang biasa. Perbedaan itu akan terus muncul selama umat Islam belum memiliki kalender tunggal.

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan tertulis melalui laman resmi PP Muhammadiyah, Selasa (17/2/2026). 

Menurut Haedar, perbedaan harus disikapi dengan arif bijaksana.

Terlebih, kata dia, puasa itu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan takwa, baik peningkatan takwa untuk pribadi maupun kolektif. 

“Jadi fokuskan pada hal substantif bagaimana puasa bagi setiap muslim benar-benar menggapai ketaqwaan dalam wujud menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta menghadirkan kebaikan hidup serba utama,” ujarnya.

Ia berharap, melalui peningkatan takwa kepada Allah SWT, hubungan kemasyarakatan juga semakin baik dan menebar kebaikan hidup bagi sesama dan lingkungan semesta.

“Maka berbagai urusan apapun itu jangan sampai mengganggu tujuan utama mencapai takwa. Oleh karenanya, dengan bekal kecerdasan dan keimanan, umat Islam akan meraih ketakwaan dan meningkat derajat kemuliaannya,” tuturnya.

Haedar berpesan supaya Puasa Ramadhan 1447 H dapat dijalankan umat Islam dengan tenang, damai, penuh kematangan, dan tidak terganggu oleh hiruk pikuk kehidupan termasuk perbedaan awal Ramadhan.

“Dalam konteks yang lebih luas, Ramadhan diharapkan kita menjadi umat yang terbaik. Baik dalam kerohanian senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, maupun dalam hal keilmuan yang kian tinggi dan menyebar segala kebaikan yang makin luas,” ucap Haedar. 

Awal Ramadhan

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah melalui maklumat resmi organisasi. 

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab yang dikaji oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Berdasarkan pengumuman resmi Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Penetapan ini menegaskan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini sepenuhnya diadopsi organisasi tersebut.

Melalui pendekatan astronomi global, Muhammadiyah menerapkan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Artinya, awal bulan hijriah tidak lagi bergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved