Opini
Opini: Pemecatan Mendadak Kepala Badan Gizi Nasional
Apakah pencopotan serentak tiga pejabat utama BGN ini adalah bentuk ketegasan nyata kepala negara dalam mengevaluasi bawahan?
Kepemimpinan BGN yang baru harus membuktikan, bahwa mereka bukan sekadar buah dari kompromi politik.
Evaluasi total atas anggaran, transparansi serta integrasi penuh dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna menjamin mutu makanan mesti segera dilaksanakan.
Jika tidak, maka tumbal pimpinan BGN yang lama hanya akan dicatat sejarah sebagai taktik kotor dan pengalihan isu, yang sebetulnya gagal menyelamatkan wajah suatu program yang sejak lahirnya sudah dipaksakan berjalan terseok.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan publik bukan sekadar pergantian nama pada kursi pimpinan BGN.
Yang dibutuhkan adalah kepastian bahwa kasus-kasus keracunan yang dialami anak-anak, yang kemudian dikomentari Prabowo sebagai ‘sakit perut biasa’ atau ‘menyalahkan budaya makan tanpa sendok dan efek susu’ lalu ‘menyindir kritik publik sebagai nyinyiran politik’, dan dugaan penyimpangan anggaran, serta pelbagai maslah tata kelola benar-benar diusut hingga tuntas.
Jika itu dilakukan, pencopotan Kepala BGN dapat dikenang sebagai bukti ketegasan negara.
Jika tidak, publik melihat ini sebagai jalan pintas menyelamatkan muka kekuasaan di atas penderitaan gizi anak bangsa.
Dengan itu, korupsi makin mekar sementara kepercayaan publik makin tergerus. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Armando-Labetubun-SVD.jpg)