Opini
Opini: Literasi Sampah, Kesadaran Peduli
Menyimpan tisu bekas atau bungkus permen di saku hingga menemukan tempat sampah adalah bentuk tanggung jawab.
Dari kelelahan membersihkan sampah, lahirlah kepedulian. Dari tindakan sederhana, tumbuh empati terhadap lingkungan.
Pelajaran besar dari Sanpio adalah bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar.
Menyimpan tisu bekas atau bungkus permen di saku hingga menemukan tempat sampah adalah bentuk tanggung jawab.
Tidak melempar sampah dari kendaraan adalah wujud kesadaran. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru menentukan kualitas lingkungan di masa depan.
Sampah yang berserakan sesungguhnya sedang berbicara tentang perilaku manusia.
Karena itu, solusi terbaik bukan hanya membersihkan sampah yang ada, tetapi membangun budaya sadar lingkungan melalui pendidikan dan literasi.
Anak-anak Sanpio telah menunjukkan bahwa sampah bisa diubah menjadi karya, dan kelelahan bisa diubah menjadi kepedulian.
Kini, pertanyaannya bukan lagi siapa yang membuang sampah, melainkan, sudahkah kita menjadi bagian dari solusi?
Jangan biarkan ego merusak lingkungan yang kita tinggali bersama. Sudah waktunya belajar bahwa kepedulian adalah kebersihan yang dimulai dari diri sendiri. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Albertus-Muda-Guru.jpg)