Opini
Opini: Kerja Sunyi Bang Melki
Total anggaran dan investasi yang berhasil ia tarik ke NTT dalam periode singkat ini mencapai puluhan triliun rupiah.
Jika dikalkulasi dengan penjajakan investasi swasta di lahan seluas 8.000 hektare, nilai ekonominya diproyeksikan menembus angka Rp1 triliun.
Melki sedang mengubah lanskap ekonomi NTT dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi basis industri pengolahan yang memiliki nilai tambah tinggi.
Komitmen investasi ini pun tidak hanya berhenti di Rote. Di Sabu Raijua, sebuah komitmen investasi raksasa senilai lebih dari Rp1 triliun untuk sektor garam, perikanan, dan energi listrik telah diamankan.
Keterlibatan langsung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam membahas percepatan investasi ini menunjukkan bahwa Melki memiliki "akses kunci" ke jantung kebijakan nasional.
Di mata pusat, Melki adalah penjamin stabilitas dan kepastian hukum bagi para investor untuk menanamkan modalnya di wilayah terluar Indonesia.
Namun, proyek raksasa yang paling memicu decak kagum adalah pembangunan kawasan tambak udang Vaname di Waingapu, Sumba Timur.
Proyek dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini memiliki nilai investasi yang mencengangkan: Rp7,2 triliun.
Ini adalah sebuah "megaproyek" yang akan mengubah wajah ekonomi Sumba secara radikal.
Melki Laka Lena tidak hanya membawa uang ke NTT, ia sedang membawa ekosistem industri modern yang akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan meningkatkan taraf hidup nelayan serta petani tambak kita.
Pembangunan yang dilakukan Melki juga tidak melupakan aspek kemanusiaan paling dasar: hunian.
Melalui koordinasi langsung dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, kuota bedah rumah di NTT melonjak drastis.
Jika pada 2025 hanya tersedia 436 unit, pada 2026 angka tersebut melesat menjadi 18.000 unit. Dengan dukungan dana APBD NTT bisa lebih dari 20.000 rumah.
Lonjakan kuota ini adalah hasil dari kemampuan meyakinkan pusat bahwa kebutuhan hunian layak di NTT adalah keadaan darurat yang harus segera diintervensi secara masif.
Menatap masa depan, strategi Melki semakin komprehensif dengan mengamankan potensi anggaran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp6 triliun untuk seluruh NTT.
Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi anak bangsa, melainkan motor penggerak ekonomi di level bawah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Irvan-Kurniawan.jpg)