Opini
Opini: Kerja Sunyi Bang Melki
Total anggaran dan investasi yang berhasil ia tarik ke NTT dalam periode singkat ini mencapai puluhan triliun rupiah.
Akibat persoalan klasik kredit macet, mandat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dicabut, membuat akses permodalan bagi rakyat kecil tersumbat.
Lewat diplomasi meja makan dan koordinasi intensif dengan Kementerian UMKM, Melki berhasil mengembalikan marwah Bank NTT.
Penandatanganan mandat KUR senilai Rp350 miliar untuk tahun 2026 di Labuan Bajo.
Angka Rp 350 M adalah kucuran awal dari komitmen sebesar 1 triliun rupiah. Keberhasilan ini adalah bukti kepercayaan pusat terhadap stabilitas perbankan daerah.
Keberhasilan menjemput anggaran juga merambah sektor yang paling fundamental: pendidikan.
Kunjungan kerja Komisi X DPR RI pada April 2026 lalu membawa "buah tangan" berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Pendidikan sebesar Rp1,06 triliun.
Angka ini menjadi angin segar bagi tata kelola pendidikan di NTT yang selama ini terseok. Melki memahami bahwa investasi pada manusia adalah investasi dengan return tertinggi.
Dengan dana sebesar ini, kualitas pengajaran dan kesejahteraan tenaga pendidik mendapatkan ruang napas yang lebih lega untuk bertumbuh.
Lebih jauh lagi, visi pendidikan Melki terwujud dalam proyek mercusuar Sekolah Garuda di Soe, Kabupaten TTS.
Dengan alokasi anggaran mencapai Rp233 miliar per sekolah, proyek ini menepis anggapan bahwa pendidikan berkualitas hanya milik mereka yang di Jawa.
Melibatkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, pembangunan ini berdiri di atas lahan 20,06 hektare.
Ini bukan sekadar membangun gedung, melainkan membangun peradaban di pedalaman Timor.
Belum lagi rencana pembangunan delapan Sekolah Rakyat se-NTT dengan total anggaran Rp2 triliun, yang memastikan bahwa kualitas pendidikan kelas wahid akan tersebar merata secara inklusif.
Beralih ke sektor industri, NTT kini sedang menyiapkan diri menjadi pemain kunci kedaulatan pangan nasional.
Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao yang didanai APBN sebesar Rp853 miliar pada 2026 adalah langkah berani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Irvan-Kurniawan.jpg)