Opini
Opini: Horison Agribisnis
Banyak anak muda memandang pertanian sebagai pekerjaan berat dengan keuntungan yang tidak pasti.
Namun, adopsi data cerdas butuh literasi digital. Pelatihan, akses teknologi, dan dukungan kelembagaan penting. Ketika data berpadu dengan pengetahuan lokal, tercipta pertanian modern yang cerdas, resilien, dan berkelanjutan.
Pangan Berdaulat
Pada akhirnya, masa depan pertanian berkaitan langsung dengan kedaulatan pangan bangsa. Negara yang bergantung sepenuhnya pada impor pangan berada dalam posisi rentan terhadap gejolak ekonomi global.
Kedaulatan pangan tidak hanya berarti kemampuan memproduksi kebutuhan pokok di dalam negeri. Ia juga mencakup kemampuan sistem pertanian untuk bertahan menghadapi perubahan iklim, dinamika pasar, dan tekanan ekonomi internasional.
Manajemen pertanian yang modern menjadi prasyarat utama untuk mencapai tujuan tersebut. Tanpa tata kelola yang efisien dan inovatif, potensi sumber daya alam tidak akan menghasilkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pertanian Indonesia membutuhkan keberanian untuk menembus horizon baru.
Dengan manajemen yang kuat, inovasi teknologi, serta keterlibatan generasi muda, sektor ini dapat berkembang bukan hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai motor pembangunan ekonomi nasional. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Yoseph Yoneta Motong Wuwur
Pengelolaan Agribisnis
agribisnis
agribisnis jagung
Opini Pos Kupang
Meaningful
| Opini: Dilema Kesejahteraan- Efisiensi atau Erosi Biokrasi? |
|
|---|
| Opini: Sunyi yang Tidak Didengar-Ketika Bunuh Diri Menjadi Bahasa Terakhir |
|
|---|
| Opini: Lonjakan HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur |
|
|---|
| Opini: Ilusi “Profesor Menjamur” dan Krisis Nalar Kebijakan Pendidikan Tinggi |
|
|---|
| Opini: Kerahiman Ilahi- Jalan Pulang Menuji Hati yang Diperbaharui |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yoseph-Yoneta-Motong-Wuwur.jpg)