Kamis, 23 April 2026

Opini

Opini: Horison Agribisnis

Banyak anak muda memandang pertanian sebagai pekerjaan berat dengan keuntungan yang tidak pasti.

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOSEPH YONETA M. WUWUR
Yoseph Yoneta Motong Wuwur 

Namun, adopsi data cerdas butuh literasi digital. Pelatihan, akses teknologi, dan dukungan kelembagaan penting. Ketika data berpadu dengan pengetahuan lokal, tercipta pertanian modern yang cerdas, resilien, dan berkelanjutan.

Pangan Berdaulat

Pada akhirnya, masa depan pertanian berkaitan langsung dengan kedaulatan pangan bangsa. Negara yang bergantung sepenuhnya pada impor pangan berada dalam posisi rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Kedaulatan pangan tidak hanya berarti kemampuan memproduksi kebutuhan pokok di dalam negeri. Ia juga mencakup kemampuan sistem pertanian untuk bertahan menghadapi perubahan iklim, dinamika pasar, dan tekanan ekonomi internasional.

Manajemen pertanian yang modern menjadi prasyarat utama untuk mencapai tujuan tersebut. Tanpa tata kelola yang efisien dan inovatif, potensi sumber daya alam tidak akan menghasilkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pertanian Indonesia membutuhkan keberanian untuk menembus horizon baru. 

Dengan manajemen yang kuat, inovasi teknologi, serta keterlibatan generasi muda, sektor ini dapat berkembang bukan hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai motor pembangunan ekonomi nasional. (*)

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved