Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Opini

Opini: Selamat Datang Buku Baru Tahun 2026

Alam dan segala isinya hadir sebagai saksi bisu atas sandiwara kehidupan yang dilakokankan manusia dengan seninya masing-masing.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOHANES MAU
Yohanes Mau 

Oleh: Br.Yohanes Mau, SVD
Staf guru di SMA Katolik St. Josef Freinademetz Tambolaka- Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Rotasi perputaran waktu tak pernah berhenti dan selesai. Selama 365 hari ia bergulir tanpa henti, dan perginya tak kan pernah kembali lagi. 

Semua manusia penghuni planet bumi ini sibuk dan hanyut di dalamnya. Di sana terjadi kelahiran dan kematian, kegagalan dan kesuksesan, kebaikan dan kejahatan, kebahagiaan dan kesedihan. 

Semua nilai kehidupan ditampilkan apa adanya dengan segala kekuatan dan energinya. Pokoknya manusia tampil berekspresi dan berlakon untuk menjadi yang terbaik di bumi fana ini.

Waktu, bumi, dan musim adalah tiga komponen utama yang Tuhan hadirkan bagi segala makhluk untuk hidup dan sungguh-sungguh hidup di tengah semesta maha luas ini. 

Ketiga komponen ini memiliki korelasi yang tak terputuskan dalam kehidupan umat manusia. Tanpa ketiganya tidak ada kehidupan. Ketiganya ada dan abadi. Tidak akan pernah lenyap oleh apa dan siapa pun.

Baca juga: Akhir Tahun, Tinggi Gelombang Perairan NTT Lebih dari Dua Meter

Manusia ada dari awal kisah penciptaan hingga hari ini karena semata-mata kebaikan Tuhan. 

Waktu ada dan terhitung secara otomatis tanpa kompromi sedikit pun dengan siapa dan oleh cara apa pun. Waktu berdetak menghasilkan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, hingga abad. 

Waktu pergi dan tidak akan pernah kembali lagi. Dia bergulir secara natural, murni tanpa noda dan dinodai.

Waktu yang terhitung 365 hari selama satu tahun menyiapkan ruang bagi manusia untuk kreatif menjaga dan melestarikan kehidupan segala makhluk secara bertanggungjawab. 

Kreatif memanfaatkan waktu agar keharmonisan antara ketiga elemen tersebut berjalan selaras.

Tahun yang datang silih berganti tanpa henti ini adalah sebuah buku kehidupan. Buku hidup 2025 nyaris tertulis semua dengan aneka pengalaman suka, duka, untung dan malang, sukses dan berhasil, ratap, tangis , dan air mata. 

Semuanya tertulis di sana secara rapi dan terekam abadi di dalam memori manusia. Tahun yang telah pergi disebut tahun lalu, tahun yang sedang berlangsung sekarang disebut tahun ini, dan tahun yang akan datang disebut sebagai tahun depan.

Bersama dan di dalam tahun kita mengenang, dan menciptakan sejarah dengan segala macam potensi yang Tuhan berikan kepada kita secara cuma-cuma. Kita setia berjalan bersama seluruh isi dari semesta yang setia menemani selama ini di dalam balutan hangat selimut tahun.

Alam dan segala isinya hadir sebagai saksi bisu atas sandiwara kehidupan yang dilakokankan manusia dengan seninya masing-masing.

Ekspresi manusia di dalam dan bersama waktu hanyalah kesempatan untuk melakonkan diri kepada dunia bahwa kita masih ada. Tentang ada dan tidaknya seorang anak manusia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. 

Ada yang mencari dan mengejar gelar, jabatan, dan kedudukan di berbagai level kehidupan. Namun ada yang berjalan dalam sunyi yang suci dan menggoreskan sejarah kehidupan lewat coretan tinta hati. 

Coretan hati adalah menuangkan segala ide dan gagasan segar, kisah-kisah inspiratif tentang sejarah dan kehidupan realitas hidup manusia hari ini secara aktual dan kontekstual. 

Tentang ini Pramoedya Ananta Toer menulis, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah pekerjaan keabadian.”

Segala macam jabatan, status, kedudukan, dan gelar yang mentereng hanyalah kehampaan yang tidak akan pernah membekas di dalam sejarah hidup manusia. 

Maka, goreslah setiap bulir kisah hidup yang jatuh, dan janganlah membiarkannya tercecer hingga hilang ditelan waktu. 

Karena waktu pergi dan tak akan pernah kembali lagi. Yang ada dan tersisa hanyalah penyesalan. 

Maka, jangan pernah membiarkan kehadiran waktu untuk menyesal. Waktu ada bukan untuk disesali tetapi waktu ada untuk digunakan secara baik agar hidup kita berguna bagi orang lain.

Tahun 2025 adalah buku kehidupan untuk semua manusia. Kita memiliki buku itu dan mencoretnya dengan setiap pengalaman yang hadir dalam lembaran hari-hari hidup kita. 

Dua belas bulan yang tertulis rapi secara otomatis itu adalah bab-bab dari buku kehidupan kita.

Akankah kita sukses membaca dan menulis dua belas bab ini dengan sukses dalam buku hidup 2026 nanti? Semuanya kembali kepada kita masing-masing sebagai pembaca dan penulis yang baik.

Buku kehidupan tahun 2025 nyaris terbaca dan tertulis semuanya. Di sana penuh dengan coretan tentang hidup dan kehidupan dengan tawaran sandiwaranya. Di batas paragraf terakhir di bab dua belas buku kehidupan 2025, kita merenung sejenak, sembari melihat seluruh perjalanan yang tertapak selama satu tahun. 

Sudahkah kita membaca dan menulisnya dengan baik ataukah kita lebih banyak alpa dan membiarkan lembaran-lembaran dalam bab buku kehidupan itu tetap kosong dan tidak bermakna apa-apa?

Membaca dan menulis di dalam buku kehidupan adalah membuat hidup ini menjadi kaya makna. Buku kehidupan 2025 sudah setia ada bersama kita selama 365 hari. 
Terima kasih untuk setiamu ada, dan berjalan bersama kami dalam setiap suka dan duka hidup selama tahun 2025.

Selamat jalan, dan kita tak akan pernah jumpa lagi. Namun hadirmu selalu abadi di dalam sejarah hidup kami.

Selamat datang buku baru 2026, dan berjalanlah bersama kami untuk setia memeluk rindu yang kambuh oleh musim yang tak menentu. 

Kami sedang membungkus harapan baru untuk mencoret setiap lembaran, bab, buku kehidupan dengan aneka warnanya. 

Semoga kami setia dan bijak dalam menghitung hari-hari hidup selanjutnya. Selamat jalan tahun 2025 dan selamat datang tahun 2026. (*)

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved