Opini

Opini: Kelahiran Yesus Menyelamatkan Keluarga

Natal menjadi momen spesial yang tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga membawa pesan damai, kasih, harapan dan persaudaraan. 

Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI STEPHANUS T RAHMAT
Romo Stephanus Turibius Rahmat 

Oleh: RD. Stephanus Turibius Rahmat
Rohaniwan Keuskupan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores

POS-KUPANG.COM - Selamat Natal. Damai di Bumi, Damai di Hati. Natal, kelahiran Yesus yang kita kenangkan setiap tanggal 25 Desember menjadi kisah iman yang penuh damai dan sukacita. 

Natal menjadi momen yang selalu dirindukan oleh segenap umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

Natal menjadi momen spesial yang tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga membawa pesan damai, kasih, harapan dan persaudaraan. 

Pada saat Natal tiba, suasana hangat dan penuh sukacita memenuhi berbagai sudut kota, rumah, hingga hati setiap individu yang merayakannya. 

Baca juga: Opini: Natal, Bencana dan Solidaritas

Karena itu, Natal selalu identik dengan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terkasih, saling berbagi hadiah dan menebarkan kebaikan kepada sesama. 

Sebagaimana layaknya kelahiran seorang anak pasti disambut dengan sukacita dan gembira, maka peristiwa iman mengenang kelahiran Yesus juga selalu menyenangkan dan menyukakan hati, sebab Dia lahir dan tinggal bersama kita untuk membawa damai dan sukacita.  

Hari Natal merupakan perayaan kehadiran Allah dalam Yesus Kristus yang lahir di tengah umat manusia, termasuk di tengah keluarga. 

Kita percaya bahwa karya keselamatan Allah terjadi dan dialami di tengah setiap keluarga. 

Tuhan Yesus lahir ke dunia ketika manusia atau setiap keluarga sibuk membangun tembok-tembok pemisah, perpecahan, dan konflik yang menyebabkan damai dan persaudaraan hilang dari hati manusia. 

Kelahiran Tuhan Yesus mau meretas tembok pemisah dan konflik perpecahan antarmanusia itu dengan membangun jembatan kasih, damai, persaudaraan, dan pengampunan. 

Dialah Sang Imanuel, Allah beserta kita yang menampakkan wajah Allah yang akbar atau jauh dan mengaggumkan (Deus Tremendum) menjadi Allah yang akrab, dekat dan tinggal bersama manusia (Deus Fascinosum). 

Hati kita semua bergembira dan bersukacita seperti para gembala di padang Efrata ketika mendengar warta para malaikat "Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat, yaitu Mesias, Tuhan di kota Daud” (Luk 2:11).

Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) menetapkan Pesan Natal Nasional 2025 dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-24). 

Tema ini menjadi pedoman utama bagi gereja-gereja di seluruh Indonesia untuk merayakan Perayaan Natal dan rangkaian seremoni sukacita merayakan Natal. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved