Opini
Opini: Guru dan Kurikulum Deep Learning
Dengan demikian, kurikulum merupakan seperangkat bahan ajar yang menjadi pedoman bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Tuntutan bagi guru dalam konteks ini yakni rendah hati secara intelektual. Tesis-tesis siswa yang ada korelasinya dengan ilmu pengetahuan mesti dikredit.
Dengan demikian, guru dapat hadir sebagai figur yang secara substansial diguguh dan dicontohi.
Melalui poin joyfull learning¸guru hadir tidak seperti kamus yang tidak dapat dibantah.
Metode-metode mengajar mesti diupgrade. Hadirkan metode-metode yang tidak statis melainkan dinamis agar siswa tidak merasa jenuh. Dengan duan poin utama tersebut, guru tidak sedang mengobjektivasi siswa.
Siswa tidak hanya menjadi objek bagi guru untuk mengisi ilmu pengetahuan. Melainkan, guru harus terus menciptakan ruang kelas yang isinya subjek-subjek.
Ada diskusi dan dialog yang aktif. Dengan adanya subjek-subjek yang aktif dan berintelektual dalam ruang kelas, guru sesungguhnya sedang mengkonstruksikan dirinya menjadi hebat.
Bias dari guru hebat, Indonesia akan Maju dengan adanya siswa-siswa hebat yang menjadi generasi penerus bangsa. Selamat Hari Guru, “Guru Hebat, Indonesia Maju.” (*)
Simak terus artikel POS-KUPANG.COM di Google News
Irenius Boko
kurikulum
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning
Opini Pos Kupang
Seminari Sinar Buana Weetabula
| Opini: Hapus Tahapan Pilkada yang Tidak Penting |
|
|---|
| Opini: Banalitas Kejahatan dalam Tragedi Perdagangan Orang |
|
|---|
| Opini: KUHP Nasional Ubah Paradigma Hukum Pidana dari Lex Talionis ke Restorative Justice |
|
|---|
| Opini: Interkulturalitas, Misi dan Pilihan Gereja |
|
|---|
| Opini: Kerja yang Menghidupi Sistem Tapi Mematikan Martabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Irenius-Boko3.jpg)