Amerika Pecahkan Rekor Korban Virus Corona, 2000 Kematian Akibat Covid-19 dalam Sehari di AS
Bahkan, negara sekelas Amerika Serikat pun kini kelimpungan menghadapi wabah ini, bahkan di negara itu sudah memecahkan recor atau menjadi negara pert
Amerika Pecahkan Rekor Korban Virus Corona, 2000 Kematian Akibat Covid-19 dalam Sehari di AS
POS KUPANG.COM -- Pendemi virus corona atau Covid-19 di negara asalnya China sudah mulai meredah bahkan kehidupan di berbagai kota di China sudah berangsur normal
Sebalinya, di negara-negara lain baik di Eropa maupun Amerika Serikat kini sedang berjibaku melawan pendemi virus ini
Bahkan, negara sekelas Amerika Serikat pun kini kelimpungan menghadapi wabah ini, bahkan di negara itu sudah memecahkan recor atau menjadi negara pertama yang pasien coronanya meninggal mencapai 2000 orang dalam sehari
Amerika Serikat ( AS) menjadi negara pertama di dunia yang mencatatkan lebih dari 2.000 korban meninggal akibat virus corona dalam sehari.
Angka tersebut tercatat pada Jumat (10/4/2020), yang membuat Negeri "Uncle Sam" kian muram di saat miliaran orang di seluruh dunia merayakan hari Paskah.
• IRT Berhubungan Badan dengan Dua Pria, Terima Akibat Dihukum Cambuk 200 Kali
• Lucunya Bayi Ahok dalam Video yang Dibagikan Suami Puput , Yosafat Pasti Melewati Masa Sulit Ini
• Ucapan Selamat Paskah 2020, Ini Daftar Kalimat yang Menyentuh Kirim ke Sahabat, Pacar & Kerabat
• Gegara Pasien Positif Corona Bohong Saat Diperiksa, Perawat dan Pegawai RSUD Terancam Covid-19
• Glenn Fredly Baru Meninggal, Istri Sudah Dapat Cobaan Berat, Mutia Ayu Sebut Akan Lindungi Anaknya
• Artis Andi Soraya Kini Hidup Makmur Bersama Suami Tajir, Lihat Kemewahan Mantan Steve Emmanuel
• Pindah Agama Hingga Banjir Hujatan Saat Awal Menikah, Ini Kehidupan Asmirandah Bersama Jonas Rivanno
Dilansir dari AFP, pada Jumat AS melaporkan 2.108 korban meninggal baru yang merupakan jumlah korban harian tertinggi dibandingkan negara mana pun.
Dengan lebih dari 500.000 kasus infeksi Covid-19 yang dilaporkan, AS juga memiliki kasus virus corona terbanyak di dunia.
Sementara itu jumlah kasus secara global kini mencapai lebih dari 1,7 juta dan jumlah kematian melewati angka 103.000 pada Jumat.
Namun Presiden Donald Trump mengatakan, dengan jumlah kasus di AS yang "mendekati puncaknya" dan physical distancing yang bekerja dengan baik, dia mempertimbangkan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian.
Trump mengakui risiko kematian akan lebih tinggi jika bisnis dimulai kembali terlalu cepat.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun pada Jumat telah memperingatkan negara-negara agar tidak mencabut lockdown terlalu cepat.
"Tapi tahukah Anda? Tetap di rumah menyebabkan kematian juga," kata Trump menunjuk pada penderitaan ekonomi besar-besaran bagi jutaan orang AS.
Gubernur New York Andre Cuomo mengatakan, jutaan orang di negara bagian harus dites virus corona sebelum perekonomian dimulai lagi.
New York sendiri adalah negara bagian dengan dampak Covid-19 terparah di Negeri "Uncle Sam" dengan 172.358 kasus dan 7.844 korban meninggal hingga Sabtu (11/4/2020).