Berita Kabupaten Kupang
Jalan Sengsara Menuju Amfoang, Jarak 181 Km Menghabiskan Waktu Berjam- jam
Kondisi ini dialami Pos Kupang dari Kota Kupang menuju Desa Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur
Penulis: Hermina Pello | Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kondisi jalan di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang memilukan. Umumnya tidak beraspal, berlubang, kelikir berserakan dan badan jalan bergelombang. Di musim kemarau seperti sekarang, debu tebal berterbangan ketika kendaraan melintas.
Meski berada dalam kendaraan, tubuh terguncang hebat. Badan miring kiri kanan, tiba-tiba pantat terangkat dari tempat duduk. Seperti sedang berdisko tanpa musik. Sudah begitu, harus makan debu. Tubuh pun terasa remuk.
Kondisi ini dialami Pos Kupang saat melakukan perjalanan dari Kota Kupang menuju Desa Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur. Meski berjarak sekitar 181 kilometer (Km), harus ditempuh 7 jam lamanya menggunakan mobil.
Pos Kupang mendatangi Oepoli yang berbatasan dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Jumat-Sabtu (5-6/10/2018). Bergabung dalam rombongan PLN Wilayah NTT melakukan press tour ke wilayah Amfoang.
Perjalanan ke Oepoli melintasi jalur yang disebut sebagai jalan pantai. Kondisi jalan cukup baik hingga memasuki wilayah Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat. Selepas itu, jalan mulai rusak dan harus melintasi kali kecil tanpa jembatan.
Rombongan kemudian sampai Desa Naitae. Sepanjang perjalanan dari Poto ke Naitae, terdapat tujuh kali kecil tanpa jembatan. Pada jalur itu, ada ruas jalan yang sudah beraspal, tapi masih banyak jalan tanah.
Selanjutnya melintasi ruas jalan Siumate-Nuataus, terdapat tujuh kali tanpa jembatan. Kondisi jalan mulai tidak bagus. Sebelum sampai ke Desa Nuataus, ruas jalan masih bagus dibandingkan ruas jalan sesudah Nuataus, kecuali di Manubelon yang jalannya ada sedikit beraspal.
Keluar dari Desa Nuataus, ada bukit kecil yang disebut orang sebagai bukit putih. Diberi nama bukit putih karena setiap kendaraan yang melewati lokasi itu, tidak terlihat baik dari depan maupun belakang karena tertutup debu yang berterbangan.
Perjalanan melewati jalan pantai melintasi wilayah Kecamatan Sulamu-Fatuleu Barat- Amfoang Barat Daya-Amfoang Barat Laut-Amfoang Utara dan Kecamatan Amfoang Timur. Saat musim kemarau seperti sekarang, saat melalui kali yang tidak ada jembatan tanpa hambatan. Terkecuali kali Bisnaen di Siumolo yang ada air cukup dalam serta satu kali sebelum masuk Amfoang Timur. Pengemudi harus ekstra hati- hati.
Menurut hitungan Pos Kupang, kali tanpa jembatan atau deker sepanjang jalan menuju Oepoli sebanyak 54. Lebarnya bervariasi, ada yang kecil dan kali yang lebarnya sekitar 300 meter.
Rusaknya ruas jalan menuju ke Amfoang Timur, ini dialami karena harus melalui ruas jalan yang batu-batu lepas, bahkan ada juga ruas jalan yang menurun tapi tidak padat sehingga debu beterbangan dan jarak pandang sangat pendek. Penumpang tidak bisa duduk manis. Harus berpegang kuat pada bagian kendaraan karena mengalami goncangan hebat.
"Kita lalui jalan bertepung karena semuanya debu putih yang beterbangan," ujar Joko Martono, Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UPPK) Kupang PT PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT.
Rasa waswas muncul saat melintasi jembatan Termanu di Desa Manubelon. Jembatan dari rangka besin baja yang dibangun tahun 1994 sepanjang sekitar 100 meter itu kondisinya miring. Lantai jembatan terbuat dari kayu sudah lubang sana sini. Beberapa kayu juga sudah terlepas. Kendaraan roda empat harus satu per satu, tidak bisa jalan beriringan.
Tokoh masyarakat Amfoang, Tom Kameo mengatakan inilah kondisi jalan di Amfoang. "Bapak dan ibu sudah merasakan bagaimana perjalanan menuju Amfoang. Saya bilang kita disko tanpa musik. Badan miring ke kiri, ke kanan, tiba-tiba terangkat karena oto lewat di atas jalan yang tidak rata, batu-batu yang cukup besar. Belum lagi ditambah dengan debu yang banyak," ujar Tom Kameo.
Menurut Tom, Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat pada saat kampanye di Oepoli mengatakan jalan Amfoang ini akan mendapat perhatian dari pemerintah. "Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan ruas jalan ini," katanya.