Berita Kabupaten Kupang
Jalan Sengsara Menuju Amfoang, Jarak 181 Km Menghabiskan Waktu Berjam- jam
Kondisi ini dialami Pos Kupang dari Kota Kupang menuju Desa Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur
Penulis: Hermina Pello | Editor: Dion DB Putra
"Kalau program Pak Gubernur NTT memperhatikan ruas jalan ke Amfoang tentu ini luar biasa. Warga Amfoang selama ini bilang bahwa Indonesia merdeka sudah sekian tahun tapi mereka belum merdeka karena persoalan jalan itu," ujar Joni.
Tokoh masyarakat Amfoang, Melianus Akulas mengatakan, sebagai anak tanah Amfoang dirinya merasa sedih melihat kondisi jalan ke daerah ini. Warga setiap tahun mengeluh karena sulit ke Kupang karena kondisi jalan yang memrihatinkan. Ada saat musim kemarau warga bisa bepergian keluar Amfoang tetapi saat musim hujan tiba sangat kesulitan.
Untuk itu, kata Akulas, apabila ada program dari Gubernur NTT untuk menutaskan ruas jalan yang rusak ke Amfoang tentu secara pribadi dan atas nama warga Amfoang sangat berterima kasih. "Kami berterima kasih untuk Pak Gubernur Viktor Laiskodat yang punya perhatian terhadap akses jalan ke Amfoang. Kalau aspal seluruh ruas jalan yang ada di poros tengah ini tentu kami merasa sudah merdeka. Selama ini kami memang belum merasa merdeka karena ruas jalan ini rusak berat," kata Akulas. (ira/yon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/banjir_20170203_165042.jpg)