NTT Terkini

Gempa Bumi 4,9 Magnitudo di Guncang Tenggara Waingapu, Tidak Berpotensi Tsunami

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Reuters.com
ilustrasi gempa bumi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gempa bumi 4,9 magnitudo di 32 kilometer tenggara Waingapu Kabupaten Sumba Timur tidak berpotensi tsunami

Gempa bumi itu terjadi Senin (11/8/2025) sekitar pukul 10.11.42 WITA. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,9. 

"Episenter terletak pada koordinat 9,79° LS; 120,52° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 32 km Tenggara Waingapu, NTT pada kedalaman 51 km," kata Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho, Senin siang.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik dengan kombinasi mendatar.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Waingapu III-IV MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu - Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. 

Sementara di Ende III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. 

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya. 

Setelah gempa bumi itu, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. 

BMKG mengimbau masyarakat agar  tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ujarnya. (fan) 

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved