Opini
Opini: Energi Biomassa Mesti Melibatkan Massa
Keempat, sampah organik dari rumah-rumah tangga dan pasar, termasuk kotoran hewan untuk biogas.
Oleh: Nikolaus Loy
Peneliti Kebijakan Energi, Pusat Studi Mineral dan Energi UPN Veteran Yogyakarta
POS-KUPANG.COM - Energi biomassa dipakai untuk sumber energi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Indonesia menggunakan empat jenis biomassa untuk pembangkit listrik.
Pertama, limbah pertanian seperti Jerami, sekam padi, limbah kayu, dan limbah kelapa sawit.
Kedua, limbah perkebunan mencakup tandan kelapa sawit dan ampas tebu. Ketiga, limbah industri yakni sisa pabrik pengolahan kayu dan limbah industri mebel kayu.
Keempat, sampah organik dari rumah-rumah tangga dan pasar, termasuk kotoran hewan untuk biogas.
Beberapa literatur memasukkan bioenergi ke dalam kelompok energi biomassa.
Pertama adalah biodiesel hasil pengolahan minyak sawit mentah, minyak kelapa, minyak biji kapuk, kemiri, jarak pagar, kacang-kacangan dan minyak jelantah. Kelompok kedua adalah bio ethanol yang dihasilkan dari tebu, jagung atau singkong.
Potensi Biomassa
Sejauh ini biomassa digunakan sebagai bahan bakar di rumah tangga untuk memasak dan keperluan lain.
Di sektor listrik, biomassa dipakai dalam pembangkit listrik iomassa). Juga sebagai campuran pada pembangkit dengan sistem co-firing.
Biomassa dicampur dengan batubara untuk memanaskan air. Uap air kemudian memutar turbin yang dihubungkan dengan generator listrik.
Indonesia memiliki potensi biomassa sebesar 146 juta ton per tahun, dengan potensi energi listrik 36,2 Gigawatt (MEBI, 2022).
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang berupaya mengembangkan jenis energi biomassa. Potensi listrik biomassa di NTT adalah 400 Megawatt (ESDM, 2023). Jumlah ini lebih rendah dari tenaga surya (369.500 MW) dan tenaga angin (12.020 MW).
Listrik biomassa sering dipandang positif karena memanfaatkan limbah pertanian dan sampah sehingga tidak terbuang percuma. Biomassa juga dianggap dapat mengurangi emisi karbon.
Argumennya adalah bahwa jumlah karbon hasil pembakaran seimbang dengan jumlah karbon yang diserap oleh tumbuhan-tumbuhan atau kayu yang ditanam. Energi ini bisa menciptakan pekerjaan dan pendapatan melalui rantai pasokan kayu, sampah dan biomassa lain.
Opini: Prada Lucky dan Tentang Degenerasi Moral Kolektif |
![]() |
---|
Opini: Drama BBM Sabu Raijua, Antrean Panjang Solusi Pendek |
![]() |
---|
Opini: Kala Hoaks Menodai Taman Eden, Antara Bahasa dan Pikiran |
![]() |
---|
Opini: Korupsi K3, Nyawa Pekerja Jadi Taruhan |
![]() |
---|
Opini: FAFO Parenting, Apakah Anak Dibiarkan Merasakan Akibatnya Sendiri? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.