Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 27 Juli 2025, "Berdoa Minta Berani Mengampuni Sesama"
Jika buku doanya tidak dibawa maka ia tidak berdoa lagi. Yesus ingatkan kita bahwa doa yang paling sempurna adalah doa Bapa Kami.
Renungan Harian Katolik
Minggu 27 Juli 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
BERDOA MINTA BERANI MENGAMPUNI SESAMA DAN TAK TENGGELAM DALAM PENCOBAAN
(Kej 18:20-33; Mzm 138:1-2a.2bc-3.6-7ab.7c-8; Kol 2:12-14; Luk 11:1-13).
"Mintalah, maka kamu akan diberi. Carilah, maka kamu akan mendapat. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Luk 11:9). Yesus mengajarkan para murid dan kita untuk berdoa. Pengajaran Yesus ini relevan dan sangat aktual.
Banyak orang tidak tahu berdoa. Mereka mencari buku doa, meminta orang berdoa mewakili atau pun bagi mereka. Jika buku doanya tidak dibawa maka ia tidak berdoa lagi. Yesus ingatkan kita bahwa doa yang paling sempurna adalah doa Bapa Kami.
Boleh kita tambah doa Salam Maria lalu ditutup dengan Kemuliaan. Kita sudah hafal doa-doa ini sejak kita kecil. Mengapa kita tidak menggunakannya ketika kita diminta untuk berdoa atau pada saat kita mau berdoa. Kita terjebak dengan godaan doa spontan yang panjang-panjang dengan rumusan yang indah.
Tuhan sudah tegur kita agar doa tidak bertele-tele, namun kita masih tetap tidak mau dengar teguran-Nya. Selain doa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan, oleh bimbingan Roh Kudus kita masih bisa berdoa dengan hati sesuai situasi kita terkini yakni saat sedang susah, gembira atau sedang dalam pencobaan berat atau peegumulan apa saja.
"Imanmu telah menyelamatkan dikau." Berdoa adalah aktivitas rohani karena itu mesti dilakukan dalam iman yang teguh. Doa yang dilakukan dengan tekun (berulang kali), setia dan penuh iman hasilnya luar biasa dalam hidup kita.
Ketika kita sudah menginregrasikan/menyatukan doa dengan hidup dan berkat bimbingan Roh Kudus maka Allah tidak pernah akan menolak permohonan kita. Dan doa yang paling sempurna yang Yesus ajar adalah Doa Bapa Kami.
Doanya sederhana namun penuh kekuatan. Doa yang diarahkan hanya kepada Allah: kekudusan, kemuliaan nama-Nya dan kedatangan Kerajaan Allah, kerajaan sukacita dalam hidup kita. Permohonan supaya rezeki hidup berkecukupan baik jasmani maupun rohani, mohon ampun atas dosa-dosa, mohon supaya berani beri pengampunan kepada sesama dan menghindari diri atau tidak tenggelam dalam pencobaan hidup.
Permintaan dalam iman, bukan paksa kehendak kita pada Tuhan dalam situasi mendesak. Kita paksa Tuhan sesuaikan kehendak kudus-Nya dengan kebutuhan terjepit kita. Allah itu murah hati, maharahim. Ia jamin hidup kita baik jasmani maupun rohani.
Inisiatif rohani mesti kita tanam lebih dahulu dalam doa-doa dengan iman yang kokoh. Ketika dalam situasi batas, entah kita minta atau tidak Tuhan sudah tahu apa yang mendesak saat itu. Sebab Allah selalu memberi tepat pada waktunya sesuai kehendak-Nya bersasarkan doa-doa permohonan yang telah kita sampaikan kepada-Nya sebelumnya.
Bapa Abraham sebagai orang pilihan Allah karena imannya yang kokoh kepada-Nya. Kekuhan orang tentang kejahatan orang-orang Gomora telah sampai ke telinga Allah dan Ia hendak menjatuhkan hukuman atas kota itu. Abraham karena iman, ia dekat dan akrab dengan Tuhan Allah.
Abraham yakin bahwa ada beberapa orang dalam kota Gomora yang baik. Apakah orang-orang ini akan dibinasakan bersama orang lain yang berperilaku jahat? Abraham bernegosiasi atau tawar-menawar dengan Allah karena beberapa orang benar ini dan Allah mendengarkan Abraham maka luputlah orang-orang baik itu. Abraham sukses bukan karena kehebatan manusiwinya melainkan karena imannya. Pemazmur memberi tanggapan dalam madahnya, "Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambah kekuatan dalam jiwaku." (Mzm 138:2bc-3).
Santo Paulus mengajarkan bahwa manusia unggul dan mendapatkan kerahiman Allah karena Yesus Kristus. Allah hidupkan kita dalam Kristus setelah terlaksana pengampunan atas segala pelanggaran. Hidup, mati dan bangkitnya kita ada dalam Kristus. Kita dipanggil dan ditentukan Allah untuk kebenaran dan kemuliaan. Kita jadi manusia baru dalam Kristus.
Maka Roh Kudus membimbing kita untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru dalam Kristus. "Kini Allah menghidupkan kita bersama Kristus setelah Ia mengampuni segala pelanggaran kita." Kol 2:13b).
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Berjaga-jaga Dalam Kehidupan Sehari-hari" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.