Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 18 September 2025, "Mengampuni Wanita Pendosa"
Sampai di sini, tentu tidak ada masalah. Menjadi masalah ketika mereka mulai memaksakan kehendak mereka kepada orang lain, dan menghakimi orang lain.
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Kamis, 18 September 2025
Hari biasa Pekan XXIV
1Tim. 4:12-16; Mzm. 111:7-8,9,10; Luk. 7:36-50.
Warna Liturgi Hijau
Mengampuni Wanita Pendosa
Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus. Akhir-akhir ini banyak sekali orang bertingkah seperti „ahli surga‟. Mereka dengan gampang mengatakan bahwa si A masuk surga dan si B masuk neraka. Cara berpikir sederhana seperti ini persis seperti yang dilakukan oleh orang-orang Farisi.
Orang-orang Farisi secara mutlak berpegang teguh pada seluruh hukum dan peraturan agama Yahudi. Mereka mengikuti Taurat Musa serta adat istiadat nenek moyang (Mat.15:2) dan selalu berusaha mengikuti yang halal dan menghindari yang haram.
Sampai di sini, tentu tidak ada masalah. Menjadi masalah ketika mereka mulai memaksakan kehendak mereka kepada orang lain, dan menghakimi orang lain.
Kita tahu bahwa keempat Injil banyak kali memuat cerita perseteruan antara Yesus dengan orang-orang Farisi. Kelompok ini selalu berselisih paham dengan Yesus mengenai banyak hal, terlebih menyangkut pengampunan dosa.
Bagi orang-orang Farisi, yang namanya pendosa, harus dihukum. Kapanpun seseorang jatuh ke dalam dosa, maka „tidak ada kata maaf bagimu.‟ Namun, tidaklah demikian bagi Yesus. Bagi Yesus, siapapun yang berdosa, asalkan dia mau mengakui dosanya dan bertobat, maka orang tersebut akan mendapat pengampunan. Sikap Yesus yang seperti itulah yang membuat orang-orang Farisi selalu melawan, menentang, dan
mengkritik Yesus.
Dari sekian banyak bacaan yang mengisahkan perseteruan antara orang-orang Farisi dengan Yesus, bacaan Injil Lukas (7:36-50) hari ini termasuk lain dari yang lain.
Tidak biasanya, kali ini ada satu orang Farisi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Yesus menerima undangan dari orang Farisi itu dan Ia pun datang makan di rumahnya.
Ini sungguh luar biasa sebab peristiwa seperti ini jarang sekali terjadi. Tetapi, cerita itu tidak berhenti di situ. Diceritakan bahwa ketika Yesus sedang duduk makan di rumah orang Farisi itu, datanglah seorang wanita ke rumah itu sambil membawa minyak wangi.
“Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyaki-Nya dengan minyak wangi itu” (Luk 7:38).
Penginjil Lukas menerangkan bahwa wanita itu dikenal di seluruh kota sebagai seorang pendosa. Sudah lama ia ingin bertemu dengan Yesus. Maka, ketika dia mendengar bahwa Yesus datang makan di rumah orang Farisi itu, wanita itu pun datang ke rumah itu. Tentu hal itu tidak mudah bagi wanita itu untuk masuk ke rumah orang Farisi itu.
Pertama, ia datang ke rumah itu tanpa diundang. Kedua, semua orang tahu bahwa dia adalah seorang pendosa. Namun, wanita itu tetap memberanikan diri untuk bertemu dengan Yesus di rumah itu.
Melihat apa yang dilakukan oleh wanita itu, orang Farisi itu sangat jengkel. Ia mau supaya Yesus mengusir wanita itu. Namun, Yesus tidak se-ide dengan orang Farisi ini; sebab Yesus datang untuk mengampuni orang yang berdosa, bukan untuk menghakimi.
Yesus pun membuka mata hati orang Farisi itu dengan membandingkan apa yang dirinya lakukan terhadap Yesus dengan apa yang dilakukan oleh wanita pendosa itu terhadap Yesus.
| Renungan Harian Katolik Senin 11 Mei 2026, "Kamu Juga Harus Bersaksi" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 11 Mei 2026, "Bersaksi tentang Aku" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 11 Mei 2026, "Murid Tuhan Tak Kendor Memberi Kesaksian" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 10 Mei 2026, "Betapa Indahnya Kasih Tuhan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 10 Mei 2026 “Seorang Penolong” |
|
|---|
