Jumat, 1 Mei 2026

Perang Thailand Kamboja

Unjuk Kekuatan Militer Thailand dan Kamboja, 12 Warga Tewas

Pertempuran masih berlangsung di enam wilayah di sepanjang perbatasan yang disengketakan. 

Tayang:
Editor: Ryan Nong
GETTY IMAGES
Militer Kamboja memasukkan amunisi ke peluncur roket BM-21 di Provinsi Preah Vihear, pada Kamis (24/7/2025). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Militer Thailand dan militer Kamboja terlibat pertempuran di beberapa wilayah Kamis (24/07) pagi. Menurut pihak Thailand, sedikitnya 12 orang tewas dalam ketegangan itu.

Thailand mengklaim Kamboja melepaskan tembakan terlebih dahulu. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja menuduh Thailand sengaja mengerahkan pasukan dalam jumlah banyak, menggunakan senjata berat, dan melancarkan serangan udara guna menduduki wilayah Kamboja.

Menurut pejabat militer Thailand, Surasan Kongsiri, pertempuran masih berlangsung di enam wilayah di sepanjang perbatasan yang disengketakan. 

Sebanyak 14 orang mengalami luka-luka, tiga orang di antara mereka terluka akibat roket Kamboja yang menghantam Distrik Kap Choeng di Provinsi Surin—wilayah di dekat perbatasan kedua negara.

Salah satu korban luka dari peristiwa itu adalah seorang bocah berusia lima tahun.

Baca juga: Ketua Senat Kamboja Hun Sen Kunjungi Indonesia dan Timor Leste

Angkatan Darat Kerajaan Thailand menyatakan insiden berawal pada Kamis (24/07), tepat setelah pukul 07.30 waktu setempat.

Saat itu, militer Kamboja mengerahkan pesawat tanpa awak untuk melakukan pengawasan terhadap pasukan Thailand di dekat perbatasan, menurut juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Thailand.

Tak lama kemudian, menurut militer Thailand, enam personel militer Kamboja bersenjata lengkap, termasuk granat berpeluncur roket (RPG), berkumpul di dekat perbatasan. Tentara di pihak Thailand mencoba bernegosiasi dengan berteriak, tetapi tidak berhasil, kata juru bicara NSC.

Juru bicara NSC menambahkan, tentara Kamboja melepaskan tembakan sekitar pukul 08.20, yang memaksa pihak Thailand untuk membalas tembakan dan mengerahkan enam pesawat tempur F-16 untuk menyerang target militer Kamboja.

Militer Thailand menyatakan bahwa Komando Daerah Militer Khusus 8 dan 9 Kamboja "telah dihancurkan".

Thailand menuduh Kamboja mengerahkan senjata berat, termasuk kendaraan peluncur roket BM-21 dan artileri, yang menyebabkan kerusakan pada rumah dan fasilitas umum di sepanjang sisi perbatasan Thailand. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved