Senin, 13 April 2026

ASEAN

Ketua Senat Kamboja Hun Sen Kunjungi Indonesia dan Timor Leste

Hun Sen memimpin delegasi senior Kamboja, termasuk Wakil Presiden Pertama Senat Ouch Borith, serta anggota parlemen dan pejabat tinggi.

Editor: Ryan Nong
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Presiden Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Senat Kerajaan Kamboja Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen (kiri) menyapa siswa sekolah dasar saat kunjungan kehormatan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025). Kunjungan kehormatan Presiden Senat Kerajaan Kamboja Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen ke Indonesia tersebut untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang-bidang strategis antar kedua negara. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua Senat Kamboja Hun Sen memulai misi diplomatik tingkat tinggi ke Indonesia dan Timor-Leste pada Senin (5/5/2025). Kunjungan itu mencerminkan komitmen Kamboja untuk memperkuat diplomasi parlementer dan hubungan bilateral di kawasan tersebut.

Menurut siaran pers resmi Senat yang dilansir dari Khmer Times, Selasa (6/5/2025), kunjungan ke Indonesia berlangsung dari tanggal 5 sampai 7 Mei, diikuti dengan kunjungan resmi ke Timor Leste dari tanggal 7 sampai 9 Mei, atas undangan Presiden Timor Leste  José Ramos-Horta.

Hun Sen memimpin delegasi senior Kamboja, termasuk Wakil Presiden Pertama Senat Ouch Borith, serta anggota parlemen dan pejabat tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga.

Selama kunjungannya di Jakarta, Ketua Senat Kamboja itu dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin penting Indonesia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Sultan Bachtiar Najamudin, dan Ketua DPR Puan Maharani.

Selain itu, Hun Sen akan mengunjungi Sekretariat ASEA. Di Sekretariat ASEAN, Hun Sen akan menyampaikan pidato utama dengan tema “Kamboja dan ASEAN, ASEAN dan Dunia” untuk memperingati 26 tahun bergabungnya Kamboja ke ASEAN.

Mantan kepala pemerintahan Kamboja terlama itu juga akan berpartisipasi dalam diskusi meja bundar dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, perwakilan tetap, serta Duta Besar Timor Leste untuk ASEAN.

Hun Sen juga diharapkan menyampaikan pidato utama lainnya pada tanggal 6 Mei di Sekolah Pemerintahan ERIA dengan topik “Visi dan Pelajaran yang Dipetik dari Pembangunan Perdamaian di Kamboja”.

Acara tersebut akan melibatkan para pejabat ASEAN, diplomat, dan perwakilan masyarakat sipil.

Kunjungan ke Timor Leste

Tahap kedua dari lawatan diplomatiknya, Hun Sen akan bertemu dengan Presiden José Ramos-Horta, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, dan Presiden Parlemen Nasional Maria Fernanda Lay.

Presiden Partai rakyat Kamboja itu akan menyampaikan pidato pada sesi khusus Parlemen Timor Leste dan menyampaikan kuliah umum berjudul “Pelajaran dari Hun Sen: Dari Genosida dan Kemiskinan menuju Kebebasan dan Kemakmuran” di Istana Kepresidenan, di Dili.

Untuk menghormati dukungannya selama dua dekade bagi Timor Leste, khususnya advokasinya bagi keanggotaan ASEAN, Presiden Ramos Horta akan menganugerahkan kepada Hun Sen penghargaan sipil tertinggi di negara itu; Grand Collar of the Order of Timor Leste .

Dalam sebuah unggahan di media sosial menjelang keberangkatannya, Tn. Hun Sen mengungkapkan beban emosional karena harus memenuhi tugas negara selama masa berkabung pribadi.

“Menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan tidak pernah mudah. ​​Jika saya hanya fokus pada keluarga, saya tidak dapat memenuhi tugas saya. Jika saya hanya fokus pada tugas saya, saya kehilangan momen-momen penting bersama keluarga,” tulisnya.

“Tanggal 3 dan 4 Mei menandai peringatan lima tahun meninggalnya ibu mertua saya, dan istri saya tidak dapat menghadiri upacara peringatan. Tanggal 4 dan 5 Mei juga menandai peringatan tiga tahun meninggalnya saudara laki-laki kedua saya. Sayangnya, saya tidak dapat menghadiri upacara pagi pada tanggal 5 Mei, karena saya harus berangkat ke Indonesia pada pukul 7 pagi untuk bertemu Presiden Indonesia pada pukul 11 ​​pagi,” tulis dia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved