Ngada Terkini

Dinas Pertanian Ngada Gandeng PT SMJ Beri Pelatihan kepada Petani

Dalam kerja sama itu, ia menekan untuk saling menjaga kepercayaan dari kedua belah pihak baik petani maupun perusahaan.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
SOSIALISASI - Petani di Ngada mengikuti sosialisasi peningkatan produktivitas jagung yang digelar oleh Dinas Pertanian berkolaborasi dengan PT. Silvano Maynard Jaya (SMJ) di Kecamatan Soa, Jumat (18/72025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM,BAJAWA - Jagung merupakan salah satu instrumen ketahanan pangan yang berpotensi di Kabupaten Ngada dan hingga saat ini belum terproduksi dengan maksimal oleh Petani.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Herlinda Bate menyebut produksi jagung di Kabupaten Ngada masih jauh di bawah target Nasional.

Untuk itu, sumber daya petani sangat perlu ditingkatkan melalui pelatihan berbasis kolaborasi dengan mitra swasta.

Saat menghadiri sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) di Kecamatan Soa, ia mengapresiasi atas kehadiran PT SMJ dalam mendorong mode pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Menanti Selama 6 Bulan Guru Honor di Ngada Akhirnya Terima Bantuan Bosdik

“Rata-rata  produksi 4-12 ton secara nasional, sementara kabupaten Ngada masih di bawah di 3 ton, per hektar. Tapi produksi selama ini masih jauh dari target yang ditetapkan,” ungkapnya, dalam kegiatan itu, Jumat (18/07/2025).

Pihak terus menggenjot peningkatan produksi melalui pelatihan dan pemberian alat pertanian kepada Petani.

“Kami selain memberikan pelatihan, Pemkab  juga melakukan sejumlah upaya meningkatkan produksi jagung salah satu melalui bantuan alat-alat pertanian,” tambahnya.

Kesempatan yang sama, Direktur PT SMJ, Silvester Sudin mengatakan selain sosialisasi, dalam pertemuan itu pihaknya juga membangun komitmen  kemitraan bersama petani jagung.

"Kita juga menjelaskan profil dan sistem kerja sama bersama petani jagung, termasuk meningkatkan produksi jagung," ungkapnya.

Silvester mengaku salah satu kerja sama yang diterapkan bersama petani yakni bantuan bibit jagung, pupuk dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi jagung.

Baca juga: Pengacara Eks Kapolres Ngada Fajar Lukman Komentari Tanggapan JPU  

“Setelah panen nanti, kita juga menyerap hasil panen jagung, artinya kita beli lagi dengan kesepakatan harga yang saling menguntungkan," ujarnya.

Dalam kerja sama itu, ia menekan untuk saling menjaga kepercayaan dari kedua belah pihak baik petani maupun perusahaan.

Silvester menambahkan selain di Ngada, pihaknya juga melakukan pelatihan yang sama di sejumlah kabupaten yakni Nagekeo, Sikka dan Lembata. (cha)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved