Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 12 Juli 2025, "Tuhan Bimbing Kita Gunakan Akal Budi Hadapi Tantangan"

Kerja manipulatif dan rekayasa penipuan untuk menggolkan kepentingan pribadi dan kelompok mesti dijauhkan.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Sabtu 12 Juli 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
TUHAN BIMBING KITA GUNAKAN AKAL BUDI HADAPI TANTANGAN, TEGAKKAN MARTABAT DIRI DAN SESAMA
(Kej 49:29-32; 50:15-26a; Mzm 105:1-2.3-4.6-7; Mat 10:24-33)

"Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka." (Mat 10:28b). Tuhan Yesus ada untuk kita. Kita harus berani percaya dan dekat dengan Dia. Dia datang membawa rahmat cinta kasih Allah yang besar kepada kita.

Kita ikut Dia dan berjuang sekuat tenaga untuk mewujudnyatakan Sabda dan ajaran-Nya dalam segala tindak-tanduk kita. Kepada para murid-Nya, Yesus menegaskan agar berani mengajarkan kebenaran kepada siapa saja yang mereka jumpai. Kebenaran dilawan banyak orang, bahkan karena kebenaran itu, orang akan memusuhi kita.

Yesus mengatakan, "Jadi, janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada ssesuatu yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui." (Mat 10:26). Di hadapan Tuhan Yang Maha Tahu, segala sesuatu transparan. Maka kita hentikan kerja-kerja dengan trik jahat untuk melecehkan martabat diri dan orang lain.

Kerja manipulatif dan rekayasa penipuan untuk menggolkan kepentingan pribadi dan kelompok mesti dijauhkan. Spirit kerja-kerja kotor seperti itu dipicu oleh iblis untuk kenikmatan sesaat lalu terjerumus dalam nikmat penderitaan abadi kelak.

Bekerjalah yang benar untuk meraih sukacita saat ini dan kegembiraan serta kebahagiaan selamanya kelak. Prinsip kerja yang benar dalam Kitab Suci, "Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh dalam neraka." (Mat 10:28b).

Tokoh-tokoh dalam Kitab Suci menampilkan cara hidup yang mengagumkan, salah satunya adalah Yusuf si bungsu yang dijual oleh saudara-saudaranya sendiri. Berbekal iman yang kuat, kasih karunia Allah meliputi seluruh hidupnya.

Dengan demikian ia sanggup memahami dengan baik campur tangan Tuhan dalam kisah pilu yang menimpa dirinya. Ia menghindari hasutan iblis untuk membalas dendam dan bertindak brutal terhadap suadara-saudaranya sendiri.

Ketika ayah mereka Yakub meninggal datanglah saudara-saudaranya untuk memohon ampun. Dengan rendah hati dan tulus, Yusuf berkata kepada mereka, "Janganlah kamu takut, sebab aku bukan pengganti Allah. Walau kamu telah berbuat jahat terhadap aku, Allah telah mengubahnya menjadi kebaikan yaitu memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kej 50:19-20).

Yusuf bertindak bijak memelihara martabat dirinya dan sesamanya. Pemazmur menanggapi dalam pujiannya, "Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukacita orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya." (Mzm 105:3-4).

Orang yang beriman benar tidak pernah akan goyah. Dia tahu dan percaya bahwa Tuhan terus bimbing untuk menembus pelbagai aral tantangan dan penderitaan dalam memperjuangkan hidup yang benar dan kebenaran.

Kita tetap setia ikut Yesus dan bekerja dengan baik, jujur dan selalu berlaku adil. Kita semua adalah gambar termulia dari kodrat Allah yang memiliki akal budi, jiwa raga, hati nurani dan kebebasan. Tuhan menjaga dan melindungi kita dari pelbagai trik setan yang membelenggu.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu / Pekan Biasa XIV/C/l, 130725)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved