Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 11 Juli 2025, "Dunia Menantang: Utusan Butuh Kecerdikan"
Para murid, Tuhan ingatkan bahwa tugas perutusan ke tengah dunia tidak mudah dan gampang-gampang saja.
Renungan Harian Katolik
Jumat, 11 Juli 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
PW Santo Benediktus, Abas
DUNIA MENANTANG: UTUSAN BUTUH KECERDIKAN, KETULUSAN DAN KEARIFAN DALAM MISI KESELAMATAN
(Kej 46:1-7.28-30; Mzm 37:3-4.18-19.27-28.39-40; Mat 10:16-23)
Manusia dalam dirinya sendiri selalu mengimpikan yang terbaik, walau kenyataan nanti berbeda. Hidup, pekerjaan dan apa pun yang ia lakukan mesti mendapat berkat Tuhan dan sukses. Orang beriman menaruh harapan, keyakinan bahwa Tuhan pasti menyertai dan memberkati seluruh hidupnya.
Santo Benediktus, abas mengajarkan kepada kita demikian, "Setiap kali Anda memulai pekerjaan yang baik, pertama-tama Anda harus memohon dengan sangat kepada Kristus, Tuhan kita, untuk menyempurnakannya." Karena kasih dan penyelenggaraan Tuhan sendiri, Benediktus, abas menjadi guru gemilang dalam pengabdian ilahi.
Ia mencintai Tuhan dan selalu mengikuti jalan hukum-Nya. Para murid, Tuhan ingatkan bahwa tugas perutusan ke tengah dunia tidak mudah dan gampang-gampang saja. Sikap bijaksana, cerdik dan waspada menjadi strategi mujarab menuju kesuksesan.
Kesulitan menyeluruh dalam misi ini, Yesus lukiskan seperti ini, "Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati." (Mat 10:16). Tuhan yang mengutus, Tuhan pulalah yang membimbing, menyertai, melibdungi dan menyelamatkan dalam setiap kesulitan yang dijumpai.
Maka Yesus mengingatkan, "Jangan kalian kwatir, karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga. Bukan kalian yang berbicara melainkan Roh Bapamu, Dialah yang akan berbicara dalam dirimu." (Mat 10:19-20). Artinya pengetahuan ilahi dan roh kebijaksanaan, Tuhan anugerahkan ke dalam diri setiap utusan-Nya.
Tuhan punya rencana yang terindah bagi setiap insan beriman. Rencana ilahi ini kadang hadir dalam peristiwa rumit, tragis - sadis yang tak mudah dimengerti dengan akal kita yang terbatas. Yusuf dijual saudara-saudaranya sendiri ke Mesir dan berbohong kepada ayah mereka, Yakub yang sudah tua bahwa Yusuf hilang di padang gurun karena ditelan binatang buas. Melalui nestapa hidup yang pedih karena kelaparan yang menimpa Mesir seluruhnya, mereka pun dipertemukan.
Selain Yusuf dengan saudara-saudaranya, tapi juga ayah mereka yang usianya sudah usur. Pertemuan anak-bapa ini juga dirancang oleh Tuhan semdiri. Berkat kasih karunia Tuhan atas dirinya yang setia pada-Nya, Israel masih bisa bertemu anaknya sebelum tutup usia.
Karena berkat iman Yakub yang besar pada Tuhan, Yusuf dilindungi bahkan menjadi pembesar penting dalam istana Firaun di Mesir. Rencana ilahi menjawabi kerinduan Yakub bertemu anak yang dikasihinya. Sabda Tuhan kepadanya, "Akulah Allah, ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana." (Kej 46:3).
Ketika bertemu anaknya, Israel berkata kepada Yusuf, "Sekarang aku boleh mati, setelah aku melihat mukamu dan mengetahui bahwa engkau masih hidup." (Kej 46:30). Percayalah pada Tuhan dan berlakulah setia kepada-Nya, kasih-Nya abadi sepanjang hidup kita.
Pemazmur pun bermadah dalam pujian agungnya, "Percayalah pada Tuhan dan lakukanalah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Tuhan akan memenuhi keinginan hatimu." (Mzm 37:3-4).
Berbuat kebaikan, berlaku setia dan selalu bergembira dalam Tuhan menghantar kita menuju kepenuhan hidup. Hadapilah setiap tantangan berat dalam hidup dengan senyum, sebagai utusan Tuhan di tengah dunia, pencobaan berat menanti, namun Tuhan beserta kita selalu.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu selalu. (RP. FF. Arso Kota, Jumat /Pekan Biasa XIV/C/I, 110725).
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025,Dalam Pertobatan: Allah Menjaga Privasi |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Selasa 26 Agustus 2025, "Singkirkan Kepalsuan, Taburkan Kebenaran Sejati" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Selasa 26 Agustus 2025, "Bersihkan Dahulu Bagian dalam Cawan" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.