Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini

Kanker Payudara Stadium Awal, Peluang Besar untuk Operasi yang Menyelamatkan

Kabar baiknya, ketika terdeteksi pada stadium awal, kanker payudara memiliki angka kesembuhan yang sangat tinggi - dan di sinilah peran pembedahan

|
POS KUPANG/HO
dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere 

Oleh: dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada perempuan di Indonesia.

Namun kabar baiknya, ketika terdeteksi pada stadium awal, kanker payudara memiliki angka kesembuhan yang sangat tinggi - dan di sinilah peran pembedahan menjadi krusial. 

Operasi bukan hanya menjadi langkah kuratif, tetapi juga penyelamat nyawa. Sebagian besar kanker payudara dimulai sebagai benjolan kecil yang sering kali tidak menimbulkan rasa sakit.

Sayangnya, banyak pasien datang berobat setelah benjolan sudah membesar, mengeras, bahkan menyebar. 

Padahal, jika dideteksi dini, tindakan bedah bisa dilakukan secara minimal, dengan hasil yang memuaskan secara onkologis maupun estetika.

Baca juga: Mengenal Kanker Payudara Lebih Dekat, Penyebab, Gejala dan Bagaimana Mengobatinya

Jenis Operasi Kanker Payudara

Secara umum, terdapat dua pendekatan utama dalam pembedahan kanker payudara. Pertama, mastektomi, yaitu pengangkatan seluruh jaringan payudara.

Kedua, breast-conserving surgery (BCS) atau lumpektomi, yang hanya mengangkat jaringan tumor dengan sedikit jaringan sehat di sekitarnya.

BCS biasanya diikuti dengan radioterapi, namun memberikan hasil yang sama efektifnya dengan mastektomi pada stadium awal—dengan keunggulan mempertahankan bentuk payudara pasien.

dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere
dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere (POS KUPANG/HO)

Pemilihan jenis operasi tergantung pada ukuran tumor, lokasi, status kelenjar getah bening, dan preferensi pasien.

Di sinilah pentingnya skrining dan deteksi dini: semakin kecil dan terbatas tumornya, semakin besar peluang pasien untuk mendapatkan operasi konservatif yang bersifat menyelamatkan tanpa harus kehilangan seluruh payudaranya.

Peran Deteksi Dini

Sayangnya, masih banyak perempuan yang belum rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau pemeriksaan klinis (SADANIS).

Padahal, langkah sederhana ini dapat mengarahkan pada diagnosis lebih awal dan membuka peluang besar untuk terapi yang lebih ringan, lebih murah, dan lebih efektif.

Baca juga: Cara Cegah Kanker Payudara Sejak Dini, dr Jane Esterina Fransiska: Kenali Resiko-resikonya

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved