NTT Terkini
Kanker Payudara Stadium Awal, Peluang Besar untuk Operasi yang Menyelamatkan
Kabar baiknya, ketika terdeteksi pada stadium awal, kanker payudara memiliki angka kesembuhan yang sangat tinggi - dan di sinilah peran pembedahan
Oleh: dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada perempuan di Indonesia.
Namun kabar baiknya, ketika terdeteksi pada stadium awal, kanker payudara memiliki angka kesembuhan yang sangat tinggi - dan di sinilah peran pembedahan menjadi krusial.
Operasi bukan hanya menjadi langkah kuratif, tetapi juga penyelamat nyawa. Sebagian besar kanker payudara dimulai sebagai benjolan kecil yang sering kali tidak menimbulkan rasa sakit.
Sayangnya, banyak pasien datang berobat setelah benjolan sudah membesar, mengeras, bahkan menyebar.
Padahal, jika dideteksi dini, tindakan bedah bisa dilakukan secara minimal, dengan hasil yang memuaskan secara onkologis maupun estetika.
Baca juga: Mengenal Kanker Payudara Lebih Dekat, Penyebab, Gejala dan Bagaimana Mengobatinya
Jenis Operasi Kanker Payudara
Secara umum, terdapat dua pendekatan utama dalam pembedahan kanker payudara. Pertama, mastektomi, yaitu pengangkatan seluruh jaringan payudara.
Kedua, breast-conserving surgery (BCS) atau lumpektomi, yang hanya mengangkat jaringan tumor dengan sedikit jaringan sehat di sekitarnya.
BCS biasanya diikuti dengan radioterapi, namun memberikan hasil yang sama efektifnya dengan mastektomi pada stadium awal—dengan keunggulan mempertahankan bentuk payudara pasien.
Pemilihan jenis operasi tergantung pada ukuran tumor, lokasi, status kelenjar getah bening, dan preferensi pasien.
Di sinilah pentingnya skrining dan deteksi dini: semakin kecil dan terbatas tumornya, semakin besar peluang pasien untuk mendapatkan operasi konservatif yang bersifat menyelamatkan tanpa harus kehilangan seluruh payudaranya.
Peran Deteksi Dini
Sayangnya, masih banyak perempuan yang belum rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau pemeriksaan klinis (SADANIS).
Padahal, langkah sederhana ini dapat mengarahkan pada diagnosis lebih awal dan membuka peluang besar untuk terapi yang lebih ringan, lebih murah, dan lebih efektif.
Baca juga: Cara Cegah Kanker Payudara Sejak Dini, dr Jane Esterina Fransiska: Kenali Resiko-resikonya
NTT Terkini
Carol Wojtyla Petrus Advent Mere
penyebab kanker payudara
Gejala Kanker Payudara
kanker payudara
POS-KUPANG.COM
| Program CBR Ajak Orang Tua Memahami Potensi Anak Disabilitas |
|
|---|
| Pengurus Internal TI NTT Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen Musprov Taekwondo |
|
|---|
| Ny. Vera Asadoma: Pendekatan CBR Relevan dengan Pendidikan Inklusif NTT |
|
|---|
| PP PAUD NTT dan Bhakti Luhur Latih Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus |
|
|---|
| Pemprov NTT Apresiasi BI, Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-Carol-Wojtyla-Petrus-Advent-Mere-1.jpg)