Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini

Mengenal Kanker Payudara Lebih Dekat, Bukan Akhir Dari Segalanya

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan, baik di Indonesia maupun di dunia.

|
POS KUPANG/HO
dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere 

Oleh dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan, baik di Indonesia maupun di dunia.

Berdasarkan data riskesdas 2018, prevalensi penyakit kanker di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2018 sebesar 1,49 persen atau setara dengan 44.782 kasus.

Pada tahun 2022, terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara di Indonesia, menurut data Globocan. Kementerian Kesehatan RI mencatat angka kejadian kanker payudara mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. 

Di Indonesia diperkirakan terdapat 242.099 kematian akibat kanker, dengan kanker payudara dan kanker serviks menjadi penyumbang terbesar kematian.

Di balik namanya yang menakutkan, kanker ini sebenarnya dapat disembuhkan jika ditemukan dan ditangani sejak dini. Akan tetapi, masih banyak perempuan yang tidak mengetahui tanda-tanda yang ada, serta enggan atau terlambat memeriksakan diri, hingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah mencapai stadium lanjut.

Apa Itu Kanker Payudara dan Jenisnya
Kanker payudara adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di jaringan payudara. Sel kanker ini dapat menyerang saluran susu, lobulus, atau jaringan ikat. Dalam kondisi tertentu dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti tulang, paru-paru, atau otak.

Ada berbagai jenis kanker payudara. Terbagi berdasarkan sifat sel kanker, lokasi awal kanker, dan karakteristik sel kanker.

Baca juga: Kanker Payudara Stadium Awal, Peluang Besar untuk Operasi yang Menyelamatkan

Jenis yang paling umum adalah karsinoma duktal invasif, yang bermula dari saluran air susu dan menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya. Kanker ini bisa menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada perempuan di atas usia 40 tahun. Kasus pada perempuan muda bahkan laki-laki juga tetap ada, meskipun jarang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai
Banyak pasien kanker payudara yang datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan atau ke klinik dokter, setelah mengalami gangguan serius. Akibatnya, penanganan menjadi lebih lama dan sulit karena sudah mengalami peningkatan stadium.

Pasien pada umumnya tidak menyadari gejala atau tanda-tanda awal. Karena itu setiap perempuan sebaginya memahami gejalanya.

dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere
dr. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere (POS KUPANG/HO)

Gejala awal kanker payudara sering kali tidak menimbulkan nyeri karena itulah terjadi pengabaian, atau pasien tidak menyadarinya. Beberapa tanda berikut ini perlu diperhatikan: ada benjolan pada payudara atau ketiak yang tidak hilang.

Dimulai dengan ukuran kecil bahkan sangat kecil, lama kelamaan membesar; terjadi perubahan bentuk atau ukuran payudara.

Misalnya payudara yang terkena kanker berubah menjadi lebih kecil, serta sensitivitas terhadap rangsangan berkurang; pada tingkat yang lebih serius dalam waktu yang lebih lama kulit payudara mengkerut seperti kulit jeruk. Putting pun masuk ke dalam (retraksi) atau mengeluarkan cairan; selanjutnya muncul kemerahan atau luka yang tidak sembuh pada putting.

Baca juga: Cara Cegah Kanker Payudara Sejak Dini, dr Jane Esterina Fransiska: Kenali Resiko-resikonya

Sayangnya, banyak penderita yang datang berobat setelah merasakan benjolan membesar atau muncul nyeri, bahkan sudah terjadi luka. Padahal, deteksi dini bisa dilakukan bahkan sebelum gejala muncul. Bagaimana deteksi dini dilakukan? 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved