Minggu, 19 April 2026

NTT Terkini

Program CBR Ajak Orang Tua Memahami Potensi Anak Disabilitas

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Sr. Regina Ambu, ALMA yang saat ini merupakan mahasiswa Program Magister (S2) Universitas Negeri Malang .

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/PANTI ASUHAN BHAKTI LUHUR
Foto bersama saat pembukaan kegiatan Pelatihan Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus yang diselenggarakan oleh DPD PP PAUD NTT bekerjasama dengan Panti Asuha Bhakti Luhur Baumata Kabupaten Kupang, Jumat (17/4/2026) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Yayasan Bhakti Luhur melalui program Community Based Rehabilitation (CBR), bekerja sama dengan DPD PP PAUD Provinsi NTT, menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan Orang Tua: Memahami Potensi Anak Disabilitas.

Pelatihan berlangsung pada 17–18 April 2026 di Aula Panti Asuhan Bhakti Luhur Baumata, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Sr Regina Ambu ALMA selaku Pimpinan Panti Asuhan Bhakti Luhur baumara menyebut bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mengenali, mendampingi, dan mengembangkan potensi anak disabilitas di lingkungan keluarga, sekaligus memperkuat kemampuan orang tua dalam memberikan stimulasi perkembangan dan melatih kemandirian anak secara sederhana di rumah.

Baca juga: PP PAUD NTT dan Bhakti Luhur Latih Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

Sr Regina Ambu ALMA foto bersama Ketua DPD PP PAUD NTT, pimpinan ALMA Timor dan perwakilan peserta
Pimpinan Panti Asuhan Bhakti Luhur Baumata Sr. Regina Ambu ALMA foto bersama Ketua DPD PP PAUD NTT Ny. Arie Ondok -Lana, pimpinan ALMA wilayah Pulau Timor dan Timor Leste, Sr. Agustina Naru ALMA, dan perwakilan peserta usai pelatihan orang tua anak berkebutuhan khusus pada Sabtu (18/4/2026)

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa masih terdapat anak disabilitas yang belum memperoleh layanan pendidikan, stimulasi perkembangan, dan pendampingan secara optimal. 

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh terbatasnya pemahaman orang tua tentang potensi anak, kurangnya informasi mengenai layanan pendidikan dan terapi, faktor ekonomi, serta adanya rasa malu dan stigma sosial di lingkungan masyarakat.

Materi pelatihan meliputi pemahaman dasar tentang disabilitas, pengenalan kekuatan dan minat anak, stimulasi perkembangan berbasis aktivitas rumah, latihan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari (Activity of Daily Living / ADL), serta penguatan peran orang tua sebagai pendamping utama perkembangan anak. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, simulasi, refleksi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Peserta kegiatan terdiri atas orang tua atau wali anak disabilitas di wilayah Desa Baumata dan sekitarnya, termasuk orang tua siswa penyandang disabilitas yang bersekolah di SLB, keluarga dampingan CBR Bhakti Luhur Baumata, serta unsur masyarakat dan pemerintah setempat, dengan jumlah peserta sekitar 20 orang.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Sr. Regina Ambu, ALMA yang saat ini merupakan mahasiswa Program Magister (S2) Universitas Negeri Malang  yang berkarya sebagai pimpinan komunitas ALMA serta pendamping/terapis CBR Bhakti Luhur Baumata. 

Dalam kegiatan ini, narasumber menyampaikan materi sekaligus berbagi pengalaman praktis terkait pendampingan anak disabilitas, terapi perkembangan anak, pemberdayaan keluarga, dan pendekatan CBR berbasis komunitas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Pengembangan Profesi Pendidikan Khusus. Selain sebagai bentuk tanggung jawab akademik, pelaksanaan kegiatan ini juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu bagi semua anak, termasuk anak disabilitas.

Melalui pelatihan ini, diharapkan orang tua tidak hanya semakin memahami kondisi dan potensi anak, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mendampingi perkembangan anak secara berkelanjutan di rumah. Sinergi antara Bhakti Luhur, program CBR, DPD PP-PAUD Provinsi NTT, keluarga, sekolah, dan komunitas diharapkan dapat mendorong anak disabilitas tumbuh lebih optimal, mandiri, percaya diri, dan diterima secara inklusif dalam kehidupan masyarakat. (*)

 


Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved