Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 20 Juni 2025, Perkaya Diri dengan Berjuang untuk Memberi dengan Tulus
Ia mengajarkan kepada kita bahwa kaya tak selamanya identik dengan memiliki banyak barang seperti rumah
Renungan Harian Katolik
Jumat, 20 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
PERKAYA DIRI DENGAN BERJUANG UNTUK MEMBERI DENGAN TULUS IKHLAS
(2Kor 11:18.21b-30; Mzm 34:2-3.4-5.6-7; Mat 6:19-23)
"Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Surga. Di Surga ngengat dan karat tidak merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Mat 6:20). Selain menerima anugerah hidup dari Allah dan keselamatan dari Yesus Kristus serta aneka bantuan dari sesama, mari kita belajar untuk perbanyak memberi demi memperkaya hati dan iman kita.
Dalam iman, karena kemurahan hati untuk memberi kita akhirnya memperoleh kebijaksanaan ilahi untuk memahami bahwa kaya secara spiritual jauh lebih utama dan Allah itu harta paling berharga yang dicari orang beriman yang percaya pada Yesus Anak Allah yang walau kaya dalam segala hal, namun menjadi miskin karena kita.
Yesus memilih semangat hidup kenosis (hidup dalam semangat kekosongan) tak punya apa-apa. Ia mengajarkan kepada kita bahwa kaya tak selamanya identik dengan memiliki banyak barang seperti rumah mewah yang banyak, mobil banyak bahkan bermerk kelas dunia, emas - berlian bertumpuk, dan lain-lain.
Semua itu hanya untuk pamer supaya dapat pujian dan selesai di situ saja. Sisi lain dari kekayaan ialah banyak memberi. Yesus memilih semangat hidup kekosongan maka Ia memberi habis apa pun yang ada pada-Nya termasuk Diri-Nya sendiri.
Harta sebagai bagian integral dari hidup dibutuhkan sejauh untuk menjamin kepentingan urgent dalam hidup itu. Ia dibutuhkan karena itu dipakai secara bijak dan tidak dikumpulkan untuk pamer lalu dipakai dengan cara tak bijak.
Harta benda atau mamon perlu dispiritualkan dalam pemanfaatannya agar membawa rahmat bagi pemiliknya. Manfaatkan mamon untuk mengumpulkan harta abadi yang hanya ditemukan dalam Allah. "Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi; ngengat dan karat akan merusakkannya, dan pencuri akan membongkar dan mencurinya." (Mat 6:19).
Selain aspek positif tentang mamon beberapa ekses yang mesti diwaspadai: untuk memperoleh harta, orang bisa pakai cara-cara tidak bijak seperti: martabat manusia dikorbankan melalui trik penipuan (kasus human trafficking: penjualan jasa: tenaga dan seks (anak-anak dan gadis-gadis muda) untuk layani kepentingan turisme dan organ manusia), lingkungan hidup dan alam dihancurkan (pertambangan), hutan dibabat habis, dan lain-lain.
Pasca harta dikumpulkan: orang baku bunuh untuk merebutnya, pencuri mombongkar dan mencurinya, hati pemiliknya tertambat pada hartanya, dia bisa lupa Tuhan dan sesama. Bijaknya harta dimanfaatkan untuk karya amal, karya keselamatan demi kemuliaan Nama Allah. Perkaya diri dengan memberi, hartamu tak pernah akan habis diberi, hati selalu bersukacita dan semakin bermegah dalam Allah.
Inilah harta kekayaan abadi yang mau manusia beriman ingin kejar, namun sayang tidak semua orang katolik memperoleh cukup pencerahan budi untuk melaksanakannya dengan tulus bahkan peluang rahmat ini dianggap usang dan dibiarkan berlalu.
Santo Paulus memilih Allah sebagai hartanya, maka ia berkata, bermegah dalam Allah, itulah kebanggaan yang ia miliki. Ia bangga karena Allah dalam Yesus Kristus. Ia tak membanggakan prestasi luar biasa karya kerasulannya.
Semua yang ia lakukan hanya untuk: keselamatan sesama, keselamatan dirinya dan demi kenuliaan Tuhan. Maka ia bermegah dalam Allah karena keselamatan. "Jika aku harus bermegah, maka aku harus bermegah atas keselamatanku." (2Kor 11:30).
Pemazmur pun bermadah dalam pujiannya, "Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memashyurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku." (Mzm 34:4-5). Jika Paulus bermegah karena Allah dan keselamatannya, apakah yang mau kita banggakan dalam hidup?
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Jumat / Pekan Biasa XI / C, 200625)
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.