Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 19 Juni 2025, "Doa dan Injil Pengampunan"

Doa selain memohon sesuatu untuk pemenuhan kebutuhan spiritual, juga merupakan ungkapan rasa kagum atas karya-karya Allah yang ajaib.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Kamis, 19 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu
DOA DAN INJIL PENGAMPUNAN
(2Kor 11:1-11; Mzm 112:1-2.3-4.7-8; Mat 6:7-15)

"Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami." (Mat 6:12). Permohonan pengampunan dosa dari Allah dalam doa, mesti berimbang dengan tindakan pemberian pengampunan kepada sesama yang bersalah kepada kita.

Apapun alasannya doa tetap menjadi aktivitas penting bagi manusia beriman. Doa adalah gerakkan hati, dorongan terdalam diri seorang beriman tanpa kepalsuan untuk berkomunikasi dengan Tuhan tentang kepentingan diri apa adanya.

Doa selain memohon sesuatu untuk pemenuhan kebutuhan spiritual, juga merupakan ungkapan rasa kagum atas karya-karya Allah yang ajaib. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa hanya melalui kita dapat menyapa Allah sebagai Abba - Bapa.

Maka doa bagi kita para pengikut Tuhan mengungkapkan relasi intim spiritual anak - Bapa. Sebagai anak, sikap seperti patuh, taat, setia sangat dituntut dari kita sebagaimana yang telah dijalankan oleh Yesus Putra Tunggal Bapa. Yesus mengajari kita berdoa.

Ia Juru Selamat, jalan, kebenaran dan hidup bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya. Doa mengungkapkan rasa cinta yang tulus dari manusia kepada Allah Bapa.

Efek doa yang indah tampak dalam sikap yang teduh dalam menghadapi situasi khaos yang menimpa dan dengan penuh ketenangan memberi pengampunan kepada siapa saja yang bersalah kepada kita. Ketika pengampunan menjadi praktek harian dan doa menjadi ungkapan cinta tulus kepada Bapa, maka kerinduan akan kehendak Allah - kerajaan kasih sungguh amat nyata dalam kebersamaan kita, di bumi seperti di Surga.

Tanpa pengampunan yang tulus, kita bawa diri dalam pencobaan dan jadilah kita santapan nikmat si jahat. Atas kekuatan kejahatan yang menyesatkan ini Paulus memiliki kecemburuan ilahi kepada umat Korintus yang ia layani.

Karena cinta ilahi yang membara ia mewartakan keselamatan manusia melalui Kristus kepada mereka. Paulus mengajak umat untuk patuh, sabar dan setia kepada Kristus yang telah ia ajarkan kepada mereka.

"Sebab aku cemburu kepadamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kalian kepada satu pria untuk membawa kalian sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiranmu disesatkan dari kesetiaanmu yang sejati kepada Kristus, sebagaimana Hawa diperdaya oleh ular dengan kelicikannya." (2Kor 11:2-3).

Selain dalam hal iman, kesabaran adalah kekuatan untuk menyebrangi lautan tantangan hidup dengan mudah. Pemazmur bermadah demikian, "Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya." (Mzm 111:1-2).

Perbuatan tangan Tuhan adalah kebenaran dan keadilan. Berkat kekuatan Sabda dan Tubuh Tuhan kita dimampukan untuk tekun mengasihi Tuhan dalam doa-doa dan dalam kesetiaan mewartakan Injil Kabar Sukacita tentang pengampunan serta menjadi aktor pengampun sebagai kesaksian hidup yang nyata.

Dengan denikian rasa damai dalam kebersamaan bisa kita nikmati sebagai berkat Allah nyata dan tidak hanya sebagai ilusi rohani semata-mata. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Kamis / Pekan Biasa XI / C, 190625)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved