Belu Terkini
Sukseskan Pertandingan Sepakbola Falentino Cup III, Imigrasi Atambua Terapkan Kebijakan Khusus
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keimigrasian Indonesia tetap mengedepankan profesionalisme, keamanan, dan humanisme dalam pengawasan perbatasan.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Falentino Cup III di Kecamatan Humusu Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, berlangsung aman dan tertib berkat kerja sama solid antara petugas Imigrasi Indonesia yang bertugas di PLBN Wini dan petugas Imigrasi Timor Leste.
Pemeriksaan ketat dilakukan terhadap seluruh pelintas dari Timor Leste, khususnya atlet dan ofisial yang mengikuti pertandingan, guna memastikan keabsahan dokumen perjalanan dan mencegah pelanggaran keimigrasian.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keimigrasian Indonesia tetap mengedepankan profesionalisme, keamanan, dan humanisme dalam pengawasan perbatasan.
Dari hasil pemeriksaan di PLBN Wini pada tanggal 14–15 Juni 2025, tercatat dua ofisial dari Tim Enclave asal Oecusse telah masuk ke wilayah Indonesia dengan paspor resmi untuk menghadiri acara pembukaan turnamen.
Selain itu, pada 15 Juni 2025, satu tim sepak bola asal Timor Leste bernama FC Irmao Timor yang berjumlah 23 orang juga berhasil melintas dengan menggunakan Letter Single Travel Document bagi yang belum memiliki Dokumen Perjalanan atau Paspor RDTL.
Baca juga: Petugas Imigrasi Atambua Deportasi Empat WNA Asal Timor Leste Melalui PLBN Motamasin
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam hal hubungan kedua negara RI–RDTL yang memiliki hubungan kekeluargaan yang erat. Para atlet tersebut diperiksa secara menyeluruh di PLBN Wini, dan tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian ataupun individu yang tercantum dalam daftar penangkalan (cekal).
Semua proses berjalan lancar tanpa menghambat semangat sportivitas dan kebersamaan masyarakat perbatasan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Putu Agus Eka Putra, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin di lapangan antara petugas Imigrasi Indonesia, Imigrasi
Timor Leste, dan Pemerintah Daerah TTU selaku tuan rumah penyelenggara.
“Kami sangat menghargai koordinasi yang erat, khususnya dalam memfasilitasi dokumen perjalanan bagi atlet yang tidak memiliki paspor. Ini adalah bentuk nyata diplomasi perbatasan yang tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga mendukung semangat olahraga dan hubungan baik antarwarga di kawasan
perbatasan,” tegasnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Arvin Gumilang, menambahkan bahwa penggunaan Letter Single Travel Document berbentuk lembaran atas nama masing-masing individu diperbolehkan dalam kondisi tertentu dan tetap sah digunakan.
“Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Imigrasi Indonesia dalam pelaksanaan fasilitator pembangunan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah perbatasan dan sinergitas dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Baca juga: Imigrasi Atambua Gelar Operasi Gabungan di Malaka, Perkuat Pengawasan Jalur Ilegal
Arvin juga berharap, karena kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan memiliki dampak sosial yang besar, maka pada kegiatan selanjutnya agar dapat lebih mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, batas negara dan kedaulatan kedua negara tetap terjaga dengan baik.
Pada kesempatan yang berbeda, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyampaikan dukungan penuh atas sinergi yang terjalin antara kedua negara dan instansi terkait.
Ia menegaskan bahwa pengawasan keimigrasian harus mampu merespons dinamika masyarakat perbatasan secara adaptif dan inklusif.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.