Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 16 Juni 2025, "Hukum Lama: Balas Dendam Berimbang"

Berbuat ekstrim dalam mengasihi, mengampuni dan berbua kasih. Jika orang tampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Senin 16 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
HUKUM LAMA: BALAS DENDAM BERIMBANG
(2Kor 6:1-10; Mzm 98: 1.2-3ab.3cd-4; Mat 5:38-42)

"Mata ganti mata, gigi ganti gigi." (Mat 5:38). Hukum lama adalah hukum dendam  turun-temurun. Yesus datang bawa ajaran baru yaitu hukum kasih, hukum yang menciptakan harmoni bagi semua orang.

Hukum lama promosikan pembalasan kejahatan secara berimbang. Yesus mengajarkan, "Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu." (Mat 5:39). 

Berbuat ekstrim dalam mengasihi, mengampuni dan berbua kasih. Jika orang tampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu.

Jika orang mengingini bajumu berikanlah juga jubahmu. Harmoni dalam hidup hanya diperoleh ketika kita  menahan diri untuk saling  mengampuni. "Pengampunan adalah inti dari Injil dan tanda kasih Allah yang terbesar."

Ukuran beriman tidaknya seseorang  dapat kita ketahui seberapa besar dia mengampunni. Pengampunan menyehatkan secara sempurna atas luka-luka masa lalu. Balas dendam membelenggu dan memperbesar luka-luka masa lampau.

Hal ini menyebabkan kondisi hidup kehilangan keindahannya dan kasih karunia Allah pun sirna. Santo Paulus menegaskan, "Dalam mewartakan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan baik untuk menyerang atau pun untuk bertahan." (2Kor 6:7).

Kasih karunia Allah adalah kekuatan dan kuasa yang menyertai orang-orang percaya dalam melayani dan menjalankan kehendak Allah. Maka Paulus menasihati kita untuk tidak sia-siakan kasih karunia yang telah diberikan Allah.

Sebagai pewarta Kerajaan Surga, para rasul membuktikan hukum baru, hukum kasih dalam karya kerasulannya. Karya Kerajaan Allah menyebar luas dan banyak orang memperoleh keselamatan.

Pemazmur bermadah dalam pujian, "Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!" (Mzm 98:3cd-4). 

Karena kasih, Injil Kabar Sukacita merajalela dalam hidup ini. Kebencian dan dendam melawan semangat kasih. Memberi maaf memacu semangat untuk saling mengasihi walau tantangan selalu ada. Allah adalah kasih. Ia selalu mengasihi kita.

Yesus pun mengasihi kita tanpa batas. Yesus mengajarkan kita untuk meneladani Dia dalam hal mengasihi walau orang berbuat jahat kepada kita. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin /Pekan Biasa XI/C, 160625)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved