Sosok dan Profil
Perjuangan Panjang Sang Komposer NTT Petrus Riki Tukan Berbuah Manis Pecahkan Rekor MURI
Perjuangan panjang yang dirindukan sang komposer ternama di Provinsi NTT, Petrus Riki Tukan berbuah manis.
Varian empat hingga sebelas dengan model polifon yang berarti banyak suara dan warna suara satu dengan yang lain saling kejar-kejaran.
Baca juga: Unwira Kupang Gladi Bersih Persiapan Pertunjukkan Akbar Pentas Paduan Suara Perebutan Rekor MURI
Sisanya, varian dua belas hingga lima belas dinamakan polifon plus yang menjadi puncak dari lagu tersebut, dimana ada melodi tambahan dari warna tenor.
Pada pelaksanaanya tadi pagi, pertunjukkan akbar dalam menyanyi lagu Tanah Tumpah Darahku, dibeberapa varian terutama varian empat hingga terakhir terdapat gerakan tambahan yang dibawakan anggota paduan suara dengan menggerakkan tangan yang memegang warna kertas putih maupun emas sambil diangkat ke atas atau diayunkan.
Ide dari pertunjukkan akbar menyanyikan 15 varian lagu Tanah Tumpah Darahku ini juga berawal dari ide dan keinginan Petrus Riki Tukan sendiri yang didukung oleh alumni Unwira yang juga merupakan anak didik beliau serta dari pihak kampus Unwira itu sendiri terutama dari Rektor Unwira Pater Philipus Tulle.
Pertunjukkan akbar dan pemecahan rekor Muri ini juga merupakan persembahan dari Petrus Riki Tukan kepada Universitas Katolik Widya Mandira yang sempat tertunda dalam waktu cukup lama karena keterbatasan waktu untuk melaksanakan pertunjukkan ini.
Petrus Riki Tukan menyampaikan kelegaan seusai penampilan lagu ini berhasil dan mendapatkan Rekor MURI.
Baca juga: Mahasiswa FISIP Unwira Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Karang Taruna di Desa Olaia
"Seperti saya katakan akan berhasil kan? Akhirnya berhasil. Saya senang sekali dan lega sekali, saya taruh nilai 70, 70 itu artinya sudah hebat," kata beliau sambil tertawa.
Harapannya, ia berharap ini dapat memotivasi para dosen muda agar bisa melakukan sama seperti yang ia lakukan dengan melakukan arrasemen lagu bukan hanya satu varian.
"Semoga ini menjadi contoh untuk para dosen muda dan anak musik ikut apa yang saya buat, jangan hanya satu arassemen saja. Jangan hanya berhenti pada versi sederhana saja dan ditambah dengan modulasi," katanya. (ria)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.