Sosok dan Profil
Perjuangan Panjang Sang Komposer NTT Petrus Riki Tukan Berbuah Manis Pecahkan Rekor MURI
Perjuangan panjang yang dirindukan sang komposer ternama di Provinsi NTT, Petrus Riki Tukan berbuah manis.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak
POS-KUPANG.COM,KUPANG- Perjuangan panjang yang dirindukan sang komposer ternama di Provinsi NTT, Petrus Riki Tukan berbuah manis.
Terlaksananya pemecahan Rekor MURI lagu Tanah Tumpah Darahku ciptaan C.Simanjuntak yang diaransemen dengan 15 variasi oleh Petrus Riki Tukan berlangsung lancar tanpa hambatan.
Sang Komposer bahkan hadir secara langsung di Alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Sabtu (14/6/2025).
Menggunakan jas dengan motif adat NTT, baju kemeja putih dan celana kain berwarna hitam dan menggunakan kursi roda, ia tetap tersenyum saat menuju tempat yang sudah ditentukan.
Saat beliau maju ke titik yang dituju, beberapa anggota panitia yang juga merupakan lulusan pendidikan musik Unwira yang sangat mengenal beliau menitikan air mata haru dan bangga saat melihat sosok yang menjadi panutan mereka hadir di tengah pertunjukan akbar ini.
Baca juga: Unwira Kupang Pecahkan Rekor MURI Lewat Paduan Suara dan Tarian Jai Massal
Saat dirigen orkestra musik Stanis Sanga Tolan berjalan menuju dimana Petrus Riki Tukan berada, ia berhadapan sembari memberi hormat kepada sang komposer untuk meminta ijin untuk dimulainya pementasan.
Untuk bagian awal dari lagu Tanah Tumpah Darahku, Petrus Riki Tukan bertugas sebagai dirigen.
Meskipun aktifitasnya terbatas karena usianya namun semangat menganyun tongkat dirigen masih terus ada.
Kedua tangannya begitu lihai dan lentur saat mulai menganyun diiringi musik orkestra dari alat musik biola serta band pengiring.
Saat sudah selesai menjalankan tugasnya, ia tetap ada di tempat dan memperhatikan semua anggota paduan dengan begitu seksama hingga selesai.
Baca juga: 5.000 Peserta Padati Alun-alun Rujab Gubernur NTT, Siap Pecahkan Rekor MURI
Saat ditemui reporter POS-KUPANG.com, Petrus Riki Tukan yang merupakan pendiri program studi sendratasik Unwira atau yang dikenal kini dengan pendidikan musik menceritakan bagaimana perjalanan ia melakukan arassemen 15 varian dari lagu nasionalisme ini.
Lagu Tanah Tumpah Darahku karya Cornel Simanjuntak ini di arassemen di tahun 2015 oleh Petrus Riki Tukan ini terinspirasi dari karya-karya komposer terkenal Wolfgang Amadeus Mozart terutama dari karya twinkle twinkle little star dengan versi piano dalam 12 variasi.
"Saya pikir kita di Indonesia punya banyak lagu-lagu yang bagus, kenapa kita membuat variasi seperti musikus pada jaman dahulu? Kita pun bisa dan saya mencoba untuk membuat untuk paduan suara dengan versi 15 variasi," ujarnya.
Menurutnya, tiga variasi awal lagu Tanah Tumpah Darahku dengan model homofon atau lagu yang dinyanyikan secara sederhana dan familiar.
Varian empat hingga sebelas dengan model polifon yang berarti banyak suara dan warna suara satu dengan yang lain saling kejar-kejaran.
Baca juga: Unwira Kupang Gladi Bersih Persiapan Pertunjukkan Akbar Pentas Paduan Suara Perebutan Rekor MURI
Sisanya, varian dua belas hingga lima belas dinamakan polifon plus yang menjadi puncak dari lagu tersebut, dimana ada melodi tambahan dari warna tenor.
Pada pelaksanaanya tadi pagi, pertunjukkan akbar dalam menyanyi lagu Tanah Tumpah Darahku, dibeberapa varian terutama varian empat hingga terakhir terdapat gerakan tambahan yang dibawakan anggota paduan suara dengan menggerakkan tangan yang memegang warna kertas putih maupun emas sambil diangkat ke atas atau diayunkan.
Ide dari pertunjukkan akbar menyanyikan 15 varian lagu Tanah Tumpah Darahku ini juga berawal dari ide dan keinginan Petrus Riki Tukan sendiri yang didukung oleh alumni Unwira yang juga merupakan anak didik beliau serta dari pihak kampus Unwira itu sendiri terutama dari Rektor Unwira Pater Philipus Tulle.
Pertunjukkan akbar dan pemecahan rekor Muri ini juga merupakan persembahan dari Petrus Riki Tukan kepada Universitas Katolik Widya Mandira yang sempat tertunda dalam waktu cukup lama karena keterbatasan waktu untuk melaksanakan pertunjukkan ini.
Petrus Riki Tukan menyampaikan kelegaan seusai penampilan lagu ini berhasil dan mendapatkan Rekor MURI.
Baca juga: Mahasiswa FISIP Unwira Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Karang Taruna di Desa Olaia
"Seperti saya katakan akan berhasil kan? Akhirnya berhasil. Saya senang sekali dan lega sekali, saya taruh nilai 70, 70 itu artinya sudah hebat," kata beliau sambil tertawa.
Harapannya, ia berharap ini dapat memotivasi para dosen muda agar bisa melakukan sama seperti yang ia lakukan dengan melakukan arrasemen lagu bukan hanya satu varian.
"Semoga ini menjadi contoh untuk para dosen muda dan anak musik ikut apa yang saya buat, jangan hanya satu arassemen saja. Jangan hanya berhenti pada versi sederhana saja dan ditambah dengan modulasi," katanya. (ria)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.