Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 12 Juni 2025, "Ideal Hidup Spiritual"
Hal yang sama Yesus lontarkan kepada kita yang tawar hati dan keras kepala untuk tidak mau berdamai dengan sesama kita.
Renungan Harian Katolik
Kamis, 12 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
IDEAL HIDUP SPIRITUAL
(2Kor 3:15-4:1.3-6; Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14; Mat 5:20-26)
"Tinggalkanlah persembahanmu di depan mazbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu." (Mat 5:24).
Cara dan praktik hidup yang baik dalam kebersamaan mengungkapkan pengetahuan yang baik dan benar dalam diri.
Pengetahuan agama tanpa praktik yang benar pada dasarnya tidak berguna. Yesus kritik para Farisi dan ahli Taurat karena pengetahuan tentang agama yang mereka miliki tidak ditunjang dengan cara dan praktik hidup yang baik dan benar.
Hal yang sama Yesus lontarkan kepada kita yang tawar hati dan keras kepala untuk tidak mau berdamai dengan sesama kita.
Maka kepada kita dan para murid, Yesus bersabda, "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga." (Mat 5:20).
Hidup beriman yang benar adalah soal relasi dengan sesama. Relasi yang baik dengan Tuhan mesti terungkapkan dalam hubungan yang baik pula dengan sesama kita.
Keselamatan atau soal Kerajaan Allah terletak dalam cara hidup beragama yang benar dan bukan soal pengetahuan yang hebat tentang agama itu sendiri.
Pemgetahuan tentang agama penting tetapi lebih utama ialah cara dan praktik hidup beriman yang baik dan benar. Relasi yang baik dengan saudara/i sekandung, sesama yang susah, miskin dan menderita. "Temukan Tuhan dalam diri orang-orang miskin.
Carilah wajah kudus Yesus dalam diri sesama yang sakit dan menderita." Kekuatan dan kemampuan utama kita untuk mewujudnyatakan kehendak Allah yakni hidup berdamai dengan sesama dan orang- orang menderita adalah Sabda Tuhan sendiri dan Ekaristi Kudus.
Tanpa Sabda dan Ekaristi kita tetap hidup dalam ketidamaian dengan diri, sesama dan Tuhan. Tuhan mengundang, memanggil dan menyatukan kita dalam perjamuan Ekaristi agar kita bisa hidup bersatu dalam kasih persaudaraan dengan semua orang tanpa kecuali.
Inilah model dan ideal hidup spiritual yang kita cari dan mau gapai dalam hidup ini sebagai insan-insan beriman yang benar. Panggilan untuk membangun relasi yang baik dan berdamai dengan siapa pun bertitik tolak dari komitmen dan kemauan untuk mencintai tanpa batas.
Santo Paulus mengajarkan kita bahwa untuk mengenal karya Allah dalam hidup sehari-hari Roh Kudus bekerja keras membantu kita. Berkat Roh Kudus, Roh Kebenaran kita dapat mengetahui bahwa Allah turut bekerja dalam kehidupan kita.
Jika Roh Kudus tercurah dalam diri kita maka segala sesuatu mungkin bagi kita. "Sebab Tuhan adalah Roh, dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan." (2Kor 3:17). Ada Allah, ada kemerdekaan sebagai anak-anak Allah. Hidup merdeka secara rohani berarti hidup damai dengan diri, sesama, dan lingkungan hidup.
Jika tidak ada damai dalam hidup ini sesungguhnya kita disesatkan dan dibutakan oleh ilah dunia ini untuk tidak melihat kemuliaan Kristus yang adalah gambar Allah sendiri.
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Berjaga-jaga Dalam Kehidupan Sehari-hari" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.