Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 8 Juni 2025, 'Dalam Situasi Mencekam Kita Butuh Roh Penolong'

Kita akui bahwa hidup ini penuh dengan berkat Allah yang luar biasa. Banyak kemajuan dalam berbagai bidang yang menjanjikan hidup yang lebih baik

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari raya Pentakosta Minggu 8 Juni 2025 Pater Fransiskus Banusu SVD merujuk pada Bacaan I: (Kis 2:1-11; Mzm 104:1ab.24ac.29bc-30.31.34;Rm 8:8-17; Yoh 14:15-16.23-26).

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." (Yoh 14:16).

Kita akui bahwa hidup ini penuh dengan berkat Allah yang luar biasa. Banyak kemajuan dalam berbagai bidang yang menjanjikan hidup yang lebih baik.

Selain kemajuan yang menjanjikan ini, tampak juga bencana-bencana besar yang mengancam karena ulah manusia. Bumi rumah bersama kita kini terluka  parah oleh mining (tambang besar-besar) tak berbelaskasih yang mengobrak-abriknya.

Tubuh bumi panas karena penebangan hutan dengan nafsu liar demi pemenuhan kebutuhan segelintir orang saja. Kekhaosan terjadi karena benturan kepentingan politik yang tak terelakkan. Para penguasa menindas rakyatnya sendiri dengan strategi busuk yang memuakkan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 8 Juni 2025, “Terimalah Roh Kudus”

Masyarakat akar rumput yang diagungkan sebagai subyek yang mau disejahterakan dalam pelbagai bidang pelayanan pada akhirnya tetap menjadi korban manipulasi juga. Apakah kita sungguh-sungguh beriman, mengasihi Tuhan dan hidup menuruti perintah-perintah-Nya?

Apakah kita akan menerima Roh Penolong yang Yesus janjikan itu? Roh penolong yang dijanjikan Kristus hanya datang kepada orang yang mengasihi Yesus dan menuruti perintah-perintah-Nya. Mengasihi Yesus sama dengan mengasihi Bapa-Nya.

Tindak konkritnya dalam hidup adalah mengasihi sesama dan mencintai lingkungan hidup kita dengah menjaga dan merawatnya demi keberlanjutan hidup umat manusia. Kita sedang menghadapi kesukaran besar yang menimpa kita semua yaitu pemanasan global yang terus meningkat karena hutan-hutan besar sebentar lagi akan dibabat habis.

Kita butuh Roh Penolong untuk mempersatukan kita semua satukan tekad selamatkan hutan- hutan yang masih tersisa. Pentakosta moment Roh Kudus turun atas para rasul. Para berkumpul bersama (bersatu). Orang Yahudi diaspora dari pelbagai bangsa datang berkumpul di Yerusalem, ada juga pendatang Roma, Asia, orang Kreta dan Arab.

Peristiwa Pentakosta adalah kesempatan bagi semua orang percaya berkumpul pada suatu tempat. Roh Kudus datang bagai angin kencang memenuhi memenuhi seluruh rumah tempat mereka berada. Tampak lidah-lidah api seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 8 Juni 2025: Veni Creator Spiritus

Maka mereka penuh dengan Roh Kudus. Mereka pun berani bicara tentang karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus yang dibunuh namun hudup lagi. Inilah awal evangelisasi: mewartakan janji keselamatan Allah dalam aneka bahasa.

Perkumpulan besar orang-orang dari pelbagai bangsa mengerti baik apa yang diwartakan oleh para rasul pada saat itu. Mereka heran, kagum dan tercengang dengan para rasul yang berasal dari Galilea. "Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai sehari-hari di negeri asal kita?" (Kis 2:8).

Inilah kebesaran Allah dalam diri orang-orang sederhana yang percaya kepada-Nya untuk membuat kagum dunia dengan karya keselamatan-Nya dalam diri Yesus Kristus. Pemazmur pun bermadah, "Pujilah Tuhan hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan." (Mzm 104:1ab).

Hidup dalam Roh adalah kekhasan para murid Kristus. Menjadi anak Allah dan ahli waris keselamatan juga karena Roh Kudus. "Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah." (Rm 8:14). Kita hidup oleh Roh Allah.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved