Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 7 Juni 2025, Kebaikan Allah Tampak Dalam Karya Pelayanan

Kita adalah Injilnya Allah. Karena itu keselamatan, kebaikan dan sukacita dari Allah terus kita wartakan di tengah dunia.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Sabtu, 7 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
KEBAIKAN ALLAH TAMPAK DALAM KARYA PELAYANAN KASIH PARA UTUSANNYA
(Kis 28:16-20.30-31; Mzm 11:4.5.7; Yoh 21:20-25)

"Ikutlah Aku." (Yoh 21:20). Menjadi percaya dan mengikuti Yesus berarti fokus hidup hanya tertuju pada panggillan itu. Sebab panggillan ikut Yesus bertujuan untuk keberlanjutan karya keselamatan. Karya Kristus menyelamatkan dunia tidak hanya berhenti pada saat Ia bangkit dan naik ke Surga. Melalui kerja keras Roh Kudus  Allah terus berkarya.

Kita adalah Injilnya Allah. Karena itu keselamatan, kebaikan dan sukacita dari Allah terus kita wartakan di tengah dunia.

Kita adalah alatnya Allah untuk karya keselamatan. Seperti Petrus dan para murid yang lain tetap fokus pada karya pewartaan Injil Tuhan demikian juga kita para pengikut-Nya di masa kini. 

Kita meneladani Bunda Maria sebagai pengikut pertama Tuhan Yesus putranya. Maria fokus pada panggillannya sebagai Ibu Tuhan melalui ketaatan dan kasihnya kepada Allah. Ia tidak hanya menjadi Bunda Allah yang melahirkan

Sang Sabda menjadi manusia, tetapi Ia juga menjadi ibu yang melahirkan kehidupan rohani bagi kita semua. Ia ibu spiritual yang terus mendoakan dan membimbing kita menuju keselamatan melalui Almsih Putra Allah yang ia lahirkan.

Kehadiran kita dalam pelayanan kasih didambakan semua orang. Allah membagi berkat-berkat kudus-Nya melalui ketaatan dan kesetiaan kita kepada-Nya. Fokus kita pada misi kasih ini hendaknya tidak terpecah pada tujuan yang lain. Misi adalah karya Allah sendiri dalam diri para rasul dan siapa pun yang terpanggil mengikuti Tuhan.

Santo Paulus bekerja keras memberi kesaksian tentang Kristus sebagai wujud konkrit kebaikan Allah bagi manusia. Paulus pun fokus pada misi Allah ini. Maka ke mana pun ia diutus oleh Roh Kudus, Roh Yesus sendiri ia selalu bersukacita dan tak pernah mengeluh walau tantangan dan rintangan datang bertubi-tubi menghampiri dirinya.

Sebagai tahanan Kristus di Roma, ia terus bekerja memberi kesaksian tentang Kristus yang bangkit tanpa mengalami kesulitan.

"Dengan terus terang tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus." (Kis 16:31). Sebagai tahanan dari satu penjara ke penjara yang lain, Paulus tetap setia, taat dan teguh imannya pada Kristus.

Ia tak pernah putus asa karena tantangan dalam pekerjaan iman sebagai pewarta Sabda Allah. Ia fokus untuk bagi kebaikan Allah dalam Yesus kepada sesama melalui pewarta kasihnya. Ia tetap bersukacita karena apa yang ia lakukan disempurnakan oleh Roh Kudus. Selain karya keselamatan, Paulus juga kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah yang ia sewa sendiri, dan menerima semua orang yang datang kepadanya." (Kis 16:30).

Pemazmur bermadah, "Tuhan menguji orang benar dan orang fasik. Sebab Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil, dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya." (Mzm 11:5.7).

Kebaikan Allah tampak dalam karya kasih para utusan, agar kekerasan disingkirkan, budaya ramah berkembang dan manusia hidup dalam suasana damai penuh sukacta. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu / Pekan VII Paskah / C, 070625)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved