Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 5 Juni 2025, "Hindari Perpeccahan Utamakan Kebersamaan"
Maka Yesus berdoa kepada Bapa supaya kita bersatu. Tuhan tidak berdoa untuk para pengikut-Nya tetapi berdoa pula untuk orang-orang yang percaya kepada
Renungan Harian Katolik Kamis 5 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Pesta Santo Bonifasius Uskup dan Martir
HINDARI PERPECAHAN UTAMAKAN KEBERSAMAAN YANG BERAKAR DALAM TUHAN
(Kis 22:30; 23:6-11; Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Yoh 17:20-26)
"Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku." (Yoh 17:24). Injil mewartakan kepada kita bahwa kerinduan untuk ada bersama Tuhan tidak hanya datang dari manusia, tetapi Tuhan juga memdambakan hal yang sama yakni kita bersatu dengan Dia.
Hanya dalam dan melalui keutuhan persatuan di antara kita satu sama lain sebagai pengikut Tuhan dan orang-orang yang percaya kepada-Nya, kita punya akses yang kuat untuk bersatu dengan Tuhan, sebagai jawaban atas kerinduan setiap insan beriman dan juga yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri. "Aku mau supaya di mana pun Aku berada mereka pun berada."
Maka Yesus berdoa kepada Bapa supaya kita bersatu. Tuhan tidak berdoa untuk para pengikut-Nya tetapi berdoa pula untuk orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Inilah universalitas doa dan karya Yesus yang menjangkau semua orang. Persatuan dan kebersamaan dalam Tuhan menandakan iman itu hidup, bertumbuh, berkembang dengan baik karena berakar dalam Tuhan sendiri. Perpecahan menandai iman itu rapuh dan manusia hidup tanpa kasih dan harapan.
Santo Paulus percaya bahwa Allah selalu menyertai dia dalam tugas perutusannya. Ia tidak ragu sedikitpun bersaksi tentang Kristus yang wafat dan bangkit. Keberanian ini meyakinkan dirinya bahwa Allah menyertai dia dengan berkat kudus-Nya dan karunia-Nya.
Allah menyertai, membimbing rasul-rasul yang bersaksi tentang Kristus Putra-Nya. Memberi kesaksian adalah tugas pokok para rasul dan setiap pemgikut Kristus, baik pada zaman lampau, kini dan nanti.
Hal ini hanya mungkin terjadi jika para rasul dan kita semua hidup dalam semangat persatuan yang kokoh dengan Tuhan dan di antara kita satu sama lain. Jika berakar sungguh pada Sang Sabda, maka seperti yang dialami oleh Paulus dan juga kita bahwa Tuhan Yesus akan datang dan berkata, "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikiian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma." (Kis 23:11).
Tuhan memakai kita sebagai alatnya untuk bersaksi tentang Dia di mana pun Ia kehendaki. Semakin kita berani Ia menyuruh kita bersaksi kepada banyak orang di bnyak tempat. Pemazmur bermadah, "Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku.Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku." (Mzm 16:1-2a).
Kita percaya bahwa dalam hidup ini selain sukacita dan kebahagiaan yang kita alami, ada juga beban berat yang menindih hidup ini.
Sebagai pengikut Kristus, kita yakin subgguh bahwa beban hidup seberat apa pun akan menjadi ringan jika dalam iman kita memikulnya bersama Kristus.
Kita bersatu dengan Tuhan, perkokoh persatuan di antara kita untuk menikmati bersama berkat-berkat yang Tuhan bagi di antara kita.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu / Pekan VII Paskah/C, 050625)
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.