Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 4 Juni 2025, Dunia Benci orang Percaya yang Hidup Bersatu dengan Allah
Malalui tantangan mondial yang hebat kita berpacu belajar berbenah hidup selaras kehendak Allah. Apa pun tantangannya, orang yang sungguh percaya tam
Renungan Harian Katolik Rabu 4 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
DUNIA BENCI ORANG PERCAYA YANG HIDUP BERSATU DENGAN ALLAH DAN SESAMA
(Kis 20:28-38; Mzm 68:29-30.33-35a.35b-36c; Yoh 17:11b-19)
"Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka, dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia." (Yoh 17:14). Orang percaya berada dalam dunia dan sama sekali tidak mengingkari keberadaannya di dunia.
Dunia menampilkan semangat hidup yang berbeda dan sungguh bertentangan dengan cara hidup orang yang percaya. Malalui tantangan mondial yang hebat kita berpacu belajar berbenah hidup selaras kehendak Allah. Apa pun tantangannya, orang yang sungguh percaya tampak tetap kokoh karena hidupnya dibimbing oleh Roh Kudus, Roh Kebenaran maka peri laku hidupnya berbeda dengan sesamanya yang lain.
Segala sesuatu yang dilakukan dan dikerjakan terarah pada kebaikan bersama yang dilandasi oleh senangat cinta kasih. Dunia menawarkan semangat hidup yang berlawanan dengan hukum kasih.
Kebanyakan orang terjebak dalam model hidup mondial yang tampak menggiurkan namun penuh risiko hukuman yang tak terhindarkan.
Dunia menantang dengan ajaran kepalsuan dan ketidakbenaran. Dunia mencintai dusta maka spirit hidup yang diboyong adalah hidup yang tercela.
Pahala hidup tercela dialami nanti, maka orang tidak peduli dengan risiko seperti itu. Orientasi hidup pun hanya terfokus pada apa yang ada kini dan perlu dinikmati sekarang. Sebaliknya orang yang sungguh percaya pada Tuhan agak waspada dan penuh ketelitian dalam menentukan pilihan sikap hidupnya. Mengapa ia butuh perhitungan matang?
Karena nalusi imannya mewanti-wanti dia bahwa kekuatan kasih Allah melingkupi semua dan mata Allah tertuju kepada setiap insan tanpa kecuali. Allah melintasi langit dengan kendaraan untuk memberkati siapa pun yang percaya kepada-Nya dalam dan melalui Yesus Putra-Nya.
Maka marilah akuilah dan andalkanlah kekuatan Allah. Oleh sebab itu Tuhan Yesus berdoa untuk kita, "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." (Yoh 17:11b).
Target doa Yesus, supaya Allah melindungi kita dari yang jahat. Orang beriman berpegang pada firman kebenaran Allah dan teguh dalam cara hidup yang terpuji. Dunia mencintai dusta maka cara hidup yang dihidupi adalah hidup yang hina.
Maka dunia membenci orang benar dan berupaya menyingkirkannya. Kebersamaan, comunio, semangat persatuan adalah model hidup orang percaya. Hidup bersatu dengan Tuhan dan juga bersatu serta basudara dengan sesamanya dalam spirit kasih satu sama lain. Mereka hidup tidak hanya waspada tetapi saling peduli dan berbagi baik dalam suka maupun dalam duka.
Semangat hidup berjaga ini juga Paulus tegaskan kepada umat Efesus dalam amanah perpisahannya dengan mereka, terutama kepada para penatua yang mendapat kepercayaan untuk menjaga dan merawat umat yang ia tinggalkan.
Tugas ini memang berat tetapi Allah akan selalu memberikan berkat dan karunia-Nya. Pesan penting Paulus untuk para penatua, "Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan Darah Anak-Nya sendiri." (Kis 20:28).
Tantangan akan selalu ada namun Tuhan akan menyertai selalu. Maka Pemazmur bermadah, "Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan, bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala.
Perhatikanlah, Ia mendengarkan suara, suara-Nya yang dahsyat! Akuilah kekuatan Allah." (Mzm 68:33-35a). Allah menguasai kita dengan kekuatan Roh-Nya. Maka jika umat beriman sungguh percaya bahwa hal-hal positif yang terjadi dalam hidupnya dinspirasi oleh Roh Kudus, hal-hal itu secara sipiritual dibenarkan. Karena Roh Kudus itu satu dalam hakikat namun beragam dalam kuasa-Nya.
Demikian juga Gereja Kristus menjadi satu dari pelbagai latar belakang katena pengaruh Roh Kudus. Dalam semangat Roh Kudus mari kita hidup bersatu padu dalam cinta kasih. Komit untuk saling membaghagiakan dan kita berniat untuk berhenti buat susah diri sendiri dengan buat susah orang lain.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu/Pekan VII Paskah/C, 040625)
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Berjaga-jaga Dalam Kehidupan Sehari-hari" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.