NTT Terkini
Agustinus Nahak: Polemik PMI Kota Kupang Tidak Perlu Terjadi, Kembali ke Misi Kemanusiaan
Ia menilai bahwa misi PMI adalah soal kemanusiaan, sehingga seharusnya tidak dicampuradukkan dengan kepentingan lain di luar itu.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Nahak, angkat bicara terkait polemik yang tengah terjadi dalam tubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang.
Ia menyayangkan konflik yang muncul dan menilai persoalan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi.
"Saya heran sekarang PMI Kota Kupang jadi polemik, sedangkan dari dulu tidak ada polemik," ujar Agustinus, Selasa (3/6/2025).
Menurutnya, PMI sebagai organisasi kemanusiaan semestinya tidak menjadi ajang perebutan kekuasaan.
Agustinus menegaskan, penyelesaian polemik sebaiknya dilakukan dengan kembali merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) PMI.
Baca juga: Polemik Pelantikan Ketua PMI Kota Kupang, Josef Nae Soi: Masih Erwin Gah yang Sah
"Jadi, kita kembali ke AD-ART PMI. Supaya tidak sembarang orang menafsir, nanti bahaya," ujarnya.
Ia menilai bahwa misi PMI adalah soal kemanusiaan, sehingga seharusnya tidak dicampuradukkan dengan kepentingan lain di luar itu.
"PMI adalah urusan kemanusiaan, jadi jangan membawa urusan lainnya ke dalam PMI," tegasnya.
Untuk itu, ia mendorong kedua belah pihak yang berseteru agar duduk bersama dan mencari solusi terbaik secara musyawarah.
"Kedua kepengurusan ini mempunyai tujuan yang sama di dalam misi kemanusiaan. Kalau masing-masing pertahankan maka akan sulit cari jalan keluarnya," tambahnya.
Lebih lanjut, Agustinus mengingatkan bahwa dalam urusan kemanusiaan, yang dibutuhkan bukan sekadar aturan tertulis, tetapi kepedulian dan keberpihakan terhadap sesama.
"Berbicara tentang kemanusiaan tidak menggunakan aturan, melainkan menggunakan kepeduliaan atau keberpihakan," tandasnya. (rey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.