Rabu, 20 Mei 2026

Malaka Terkini

Jalan Lintas Negara Motamasin Dongkrak Ekonomi Nelayan Lokal di Malaka

Pasangan nelayan lokal, Petrus Bere Seran dan Bernadina Seuk, memanfaatkan potensi perairan rawa Debuklan yang kaya ikan air tawar seperti mujair untu

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
Para nelayan lokal di Kobalima sedang menjajakan hasil tanggkapan ikan air tawar mereka di jalan raya menunu PLBN Motamasin, Rabu (21/5/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Jalan raya menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin tak hanya memudahkan akses antarnegara, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal. 

Aktivitas lalu lintas yang semakin ramai membuka peluang usaha baru, salah satunya bagi para nelayan di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Pasangan nelayan lokal, Petrus Bere Seran dan Bernadina Seuk, memanfaatkan potensi perairan rawa Debuklan yang kaya ikan air tawar seperti mujair untuk dijual di pinggir jalan lintas negara tersebut. 

Setiap hari, mereka bersama anak-anak turun ke rawa dan memasang jala sederhana di enam titik. Sekali menjala, mereka bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan ekor ikan.

“Kalau ramai pembeli, semua ikan yang digantung di pohon pinggir jalan ini habis terjual. Itu baru hasil pagi, belum yang siang dan sore," ujar Petrus sambil menunjuk ke arah gantungan ikan yang dijajakan pada Rabu, (21/5/2025).

Harga ikan dijual per ikat berisi 14 ekor, seharga Rp 20.000 per ikat. Dalam sehari, pendapatan mereka bisa mencapai Rp 100.000 hingga Rp 700.000, tergantung jumlah tangkapan dan ramai tidaknya pembeli.

Namun, penghasilan tidak selalu stabil. Menurut Bernadina, saat hari pasar mereka harus bersaing dengan pasokan ikan dari luar daerah seperti Atapupu

“Kalau hari pasar, penghasilan menurun karena banyak ikan dari luar masuk,” jelasnya.

Baca juga: Kondisi Jalan Negara di Kobalima Menuju PLBN Motamasin Memprihatinkan

Saat kondisi laut pasang dan tidak memungkinkan untuk melaut, rawa Debuklan menjadi alternatif andalan. Selain ikan air tawar, pasangan suami istri itu juga biasa menjual ikan laut jika kondisi memungkinkan.

Penjualan di pinggir jalan lintas negara dirasa lebih menguntungkan. Mereka bahkan memiliki pelanggan tetap dari dalam dan luar daerah yang memesan langsung melalui telepon. 

Hasil penjualan ikan itu menjadi sumber utama penghasilan keluarga, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga membiayai pendidikan anak-anak.

“Hasil jual ikan kami pakai untuk beli makanan dan biaya sekolah anak-anak,” kata Bernadina. (ito)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved