Malaka Terkini
Jalan Lintas Negara Motamasin Dongkrak Ekonomi Nelayan Lokal di Malaka
Pasangan nelayan lokal, Petrus Bere Seran dan Bernadina Seuk, memanfaatkan potensi perairan rawa Debuklan yang kaya ikan air tawar seperti mujair untu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Jalan raya menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin tak hanya memudahkan akses antarnegara, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal.
Aktivitas lalu lintas yang semakin ramai membuka peluang usaha baru, salah satunya bagi para nelayan di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
Pasangan nelayan lokal, Petrus Bere Seran dan Bernadina Seuk, memanfaatkan potensi perairan rawa Debuklan yang kaya ikan air tawar seperti mujair untuk dijual di pinggir jalan lintas negara tersebut.
Setiap hari, mereka bersama anak-anak turun ke rawa dan memasang jala sederhana di enam titik. Sekali menjala, mereka bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan ekor ikan.
“Kalau ramai pembeli, semua ikan yang digantung di pohon pinggir jalan ini habis terjual. Itu baru hasil pagi, belum yang siang dan sore," ujar Petrus sambil menunjuk ke arah gantungan ikan yang dijajakan pada Rabu, (21/5/2025).
Harga ikan dijual per ikat berisi 14 ekor, seharga Rp 20.000 per ikat. Dalam sehari, pendapatan mereka bisa mencapai Rp 100.000 hingga Rp 700.000, tergantung jumlah tangkapan dan ramai tidaknya pembeli.
Namun, penghasilan tidak selalu stabil. Menurut Bernadina, saat hari pasar mereka harus bersaing dengan pasokan ikan dari luar daerah seperti Atapupu.
“Kalau hari pasar, penghasilan menurun karena banyak ikan dari luar masuk,” jelasnya.
Baca juga: Kondisi Jalan Negara di Kobalima Menuju PLBN Motamasin Memprihatinkan
Saat kondisi laut pasang dan tidak memungkinkan untuk melaut, rawa Debuklan menjadi alternatif andalan. Selain ikan air tawar, pasangan suami istri itu juga biasa menjual ikan laut jika kondisi memungkinkan.
Penjualan di pinggir jalan lintas negara dirasa lebih menguntungkan. Mereka bahkan memiliki pelanggan tetap dari dalam dan luar daerah yang memesan langsung melalui telepon.
Hasil penjualan ikan itu menjadi sumber utama penghasilan keluarga, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga membiayai pendidikan anak-anak.
“Hasil jual ikan kami pakai untuk beli makanan dan biaya sekolah anak-anak,” kata Bernadina. (ito)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Nelayan Kletek Malaka Akui Tak Pernah Sulit Dapat Solar, Ini Rahasianya |
|
|---|
| Ombak Tinggi Ancam Nelayan Malaka, Muara Hasan Maubesi Disebut Titik Paling Berbahaya |
|
|---|
| Keluarga Mengenal Antonius Nana Sebagai Sosok yang Baik dan Tak Pernah Bermasalah dengan Tetangga |
|
|---|
| 5 Rumah Rusak Setelah Bencana Longsor di Babotin Malaka Meluas ke Permukiman Warga Dusun Salore |
|
|---|
| Bencana Longsor di Babotin Meluas, Kini Ancam Permukiman Warga Dusun Salore |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Para-nelayan-lokal-di-Kobalima-sedang-menjajakan-hasil-tanggkapan-ikan-air-tawar.jpg)