Belu Terkini
Minyak Tanah Langka di Belu, Harga Melonjak Hingga Rp9.000 per Liter
Selain sulit diperoleh di pangkalan, harga jual di tingkat masyarakat juga melonjak hingga Rp9.000 per liter. Selasa (20/5/2026).
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Harga minyak tanah di Kabupaten Belu melonjak
- Warga di Kabupaten Belu, Wilayah Perbatasan RI-RDTL mengeluhkan kelangkaan minyak tanah bersubsidi
- Pemerintah mengambil langkah untuk menormalkan distribusi minyak tanah subsidi kelangkaan minyak tanah subsidi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Warga di Kabupaten Belu, Wilayah Perbatasan RI-RDTL mengeluhkan kelangkaan minyak tanah subsidi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Selain sulit diperoleh di pangkalan, harga jual di tingkat masyarakat juga melonjak hingga Rp9.000 per liter. Selasa (20/5/2026).
Tia, warga Kelurahan Kabuna, mengaku sudah lebih dari satu minggu kesulitan mendapatkan minyak tanah. Ia mengatakan, stok di sejumlah pangkalan kosong sehingga warga terpaksa membeli dengan harga lebih mahal.
“Kita sudah satu minggu lebih sangat susah cari minyak tanah. Kita cek di pangkalan banyak yang kosong. Kalau ada kita harus cepat karena cepat habis. Ini saja saya dapat dengan harga Rp45.000 untuk 1 jerigen dengan ukuran 5 liter,” ujarnya, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, di pasar baru Atambua.
Baca juga: Antisipasi Musim Kemarau, Petani di Desa Umaklaran Belu Ubah Strategi Tanam
Ia menjelaskan, harga tersebut jauh di atas harga normal minyak tanah subsidi yang sebelumnya berkisar Rp25.000 per jerigen 5 liter atau Rp5.000 per liter.
“Kita harap harga minyak tanah kembali normal dan tidak langka lagi,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Vinsensius, warga Lamaknen Selatan. Ia bahkan harus datang ke Kota Atambua untuk mencari minyak tanah karena di wilayahnya stok sangat terbatas.
“Kita yang di kampung ini susah dapat, kita beli dengan harga Rp12 sampai Rp13 ribu per liter di kampung,” ujarnya.
Sementara itu, Vero, salah satu penjual minyak tanah di Pasar Baru Atambua, mengungkapkan kenaikan harga di tingkat pengecer salah satunya dipengaruhi harga beli dari pangkalan.
“Kita beli dengan harga Rp5.000 hingga Rp6.000 di pangkalan. Di pangkalan tertentu ada yang jual Rp 4000 perliter tetapi kita susah dapat karena kadang mereka lebih utama pelanggan,” katanya.
Ia menambahkan, terbatasnya pasokan minyak tanah subsidi menyebabkan distribusi tidak merata, sehingga harga di tingkat pengecer ikut terdongkrak.
"Kita jug susah dapat. Terpaksa kita kasih harga Rp 9000 perliter. Kalau 1 botol aqua besar (1,5) kita jual dengan harga Rp 13.000 perbotol," tambahnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menormalkan distribusi minyak tanah subsidi agar kembali tepat sasaran dan harga bisa dikendalikan sesuai ketentuan. (gus)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/harga-Minyak-di-Belu-meroket.jpg)