Malaka Terkini
Nelayan Kletek Malaka Akui Tak Pernah Sulit Dapat Solar, Ini Rahasianya
Meski demikian, kerusakan mesin kapal di tengah laut tetap menjadi situasi yang cukup menegangkan bagi para nelayan.
Ringkasan Berita:
- Para nelayan di Kampung Nelayan, Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku hingga saat ini tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM)
- Mereka dapat membeli solar langsung di SPBU dengan menggunakan surat rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan
- Batas pembelian solar hingga 600 liter dalam satu bulan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Para nelayan di Kampung Nelayan, Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku hingga saat ini tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk kebutuhan melaut mereka.
Kemudahan itu diperoleh melalui kebijakan administrasi yang diberikan kepada para nelayan setempat oleh Dinas Perikana Kabupaten Malaka.
Sehingga mereka dapat membeli solar langsung di SPBU dengan menggunakan surat rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan.
Hal tersebut disampaikan salah satu nelayan setempat, Filmon Tahu Seran, saat ditemui POS-KUPANG.COM di lokasi tempat para nelayan menyandarkan kapal-kapal mereka.
Baca juga: Kisah Lima Nelayan Asal Desa Kletek Malaka Terhantam Ombak, Berenang Tiga Jam di Tengah Laut
Saat dipantau pada Selasa (19/5/2026) di lokasi, suasana Kampung Nelayan Kletek terlihat cukup ramai dengan aktivitas para nelayan yang sedang membereskan perahu dan peralatan melaut mereka.
Sejumlah kapal tampak terparkir rapi di pinggiran tambak yang bersambungan langsung dengan rawa-rawa yang dipenuhi tumbuhan bakau.
Di salah satu titik, terlihat sebuah jembatan kayu sederhana yang disusun menyerupai pelabuhan kecil. Jembatan itu biasa digunakan para nelayan untuk menyandarkan kapal saat baru kembali dari melaut maupun ketika hendak berangkat menuju laut lepas.
Kawasan rawa yang ditumbuhi hutan bakau lebat tersebut diketahui terhubung langsung dengan Muara Hasan Maubesi di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah. Muara itu menjadi satu-satunya jalur keluar masuk bagi para nelayan Kampung Nelayan Kletek menuju laut.
“Kalau kapal saya ini biasa menggunakan jenis bahan bakar minyak jenis solar,” ujar Filmon saat diwawancarai terkait kebutuhan BBM untuk kapal miliknya.
Ia menjelaskan, untuk memperoleh BBM subsidi bagi nelayan, mereka terlebih dahulu mengurus surat rekomendasi di Dinas Perikanan. Surat tersebut kemudian digunakan sebagai syarat pembelian solar langsung di SPBU.
“Untuk mendapatkan BBM untuk kapal nelayan ini, kami sebelumnya buat surat di Dinas Perikanan sehingga bisa beli langsung dari SPBU. Jadi kami pakai surat kapal langsung pergi urus surat di Dinas Perikanan,” jelasnya.
Menurut Filmon, setiap kapal nelayan yang menggunakan satu mesin diberikan batas pembelian solar hingga 600 liter dalam satu bulan. Kuota tersebut dinilai cukup untuk menunjang aktivitas melaut mereka selama sebulan penuh.
“Dalam satu bulan itu kami bisa beli solar di SPBU dengan batas pembelian menggunakan surat dari Dinas Perikanan itu sebanyak 600 liter untuk satu kapal. Kalau sejauh ini, untuk solar 600 liter ini sangat cukup untuk kami pakai melaut selama sebulan. Jadi sampai sekarang terkait BBM, kami tidak kesulitan untuk mendapatkan BBM ini,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Nelayan-Kletek-Malaka.jpg)