TTS Terkini
Antisipasi Dampak Godzilla El Nino, Kadis TPHP TTS Sebut Pertanian Akan Terapkan Sistem Pompanisasi
Ia mengatakan bahwa diharapkan di akhir tahun atau pada Bulan Oktober hingga Maret, potensi lahan persawahan ini sudah bisa terolah.
Ringkasan Berita:
- Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura (TPHP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyampaikan akan menerapkan sistem pompanisasi
- Penerapan sistem pompanisasi untuk mengantisipasi dampak Godzilla El Nino
- Kepala Dinas TPHP Kabupaten TTS, Jacob Benu, ST., MT., menyampaikan bahwa pihaknya telah bersiap atas kemungkinan tersebut, dengan menyiapkan pompanisasi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Antisipasi dampak kemarau berkepanjangan yang diprediksi terjadi tahun ini, Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura (TPHP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyampaikan akan menerapkan sistem pompanisasi.
Kemarau panjang yang dimaksudkan diprediksi akan terjadi akibat Fenomena El Nino berkepanjangan atau Godzilla El Niño", dimana akan memicu musim kemarau lebih kering dan lebih panjang di Indonesia, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun ini.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten TTS, Jacob Benu, ST., MT., menyampaikan bahwa pihaknya telah bersiap atas kemungkinan tersebut, dengan menyiapkan pompanisasi.
"El Nino diperkirakan akan bergerak pada sementara dua atau sekitar bulan Juli hingga Oktober-November. Saat ini kita sudah mempersiapkan diri berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penyiapan pompanisasi, jika kondisi lahan kita mengalami kekeringan pada waktu-waktu tersebut," jelasnya pada Selasa (19/5/2026).
Baca juga: DPRD TTS Gelar Paripurna Laporan Pansus Terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025
Jacob menerangkan bahwa saat ini pada musim tanam I, tidak ada masalah kekeringan lahan, bahkan saat ini mendekati waktu panen. Namun persiapan yang dilakukan akan dimulai pada musim tanam II untuk peningkatan IP200 khusus tanaman padi.
"Jika ada sumber-sumber air yang debitnya menurun, kita akan melakukan pemompaan. Saat ini kita sudah mengusulkan ke Kementerian Pertanian kurang lebih 100 unit pompa," gambarnya optimistis.
Terkait pupuk dan benih, kepala Dinas TPHP menyampaikan tidak dikhawatirkan untuk dilakukan antisipasi. Pihaknya tengah melakukan entri RDKK untuk musim tanam II dan persiapkan bibit.
Pemerintah daerah melalui Dinas TPHP juga telah mengusulkan rancangan Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk melakukan pemetaan lokasi pertanian berkelanjutan.
"Saat ini di tahun 2026, lewat pemerintah pusat telah melakukan cetak sawah rakyat. Dengan luasan 3046,95 hektare. Jadi saat ini lahan kita itu ada di Desa Bena, Desa Oebelo, Desa Abi, Desa Nualunat, Desa Oetuke, Desa Tuafanu, Desa Polo, Desa Bila, dan juga Mio," gambarnya.
Ia mengatakan bahwa diharapkan di akhir tahun atau pada Bulan Oktober hingga Maret, potensi lahan persawahan ini sudah bisa terolah.
Selain itu di Tahun 2026, pemerintah akan melakukan kegiatan optimalisasi lahan (OPLA), kurang lebih 1600 hektare. Artinya bahwa, saluran-saluran yang ada di daerah irigasi, yang punya saluran permanen untuk primer sekunder, akan tingkatkan menjadi saluran permanen tersiar. (any)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kadis-TPHP-TTS-Jacob-Benu.jpg)